Dalam mendukung program Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks) Kementerian Pertanian, PT CJ-PIA yang juga satu manajemen dengan Super Unggas Jaya berhasil mengekspor telur tetas (hatching egg) ke Myanmar. Acara pelepasan 6 unit truk bermuatan 58.000 butir telur tetas Grand Parent Stock (GPS) strain Ross yang akan menetas menjadi Parent Stock (PS) dilakukan di Unit Hatchery GPS CJ-PIA yang berlokasi di Kp Pasantren, Desa Balekambang, Kec. Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Rabu (28/10).                Hal tersebut merupakan suatu pembuktian bahwa produk CJ berkualitas dan dapat diterima di pasar internasional.

Acara pelepasan ekspor dihadiri oleh pejabat pemerintahan dan petinggi perusahaan seperti Sugiono (Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak, Ditjen PKH), Gunawan Sitanggang (Staff Ditjen PKH), Iwan Karmawan (Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi), Mr. Park In Suh (President Director PT Super Unggas Jaya), dan Dewa Putu Sumerta (Associate Director PT Super Unggas Jaya).

Menurut Mr. Park In Suh selaku President Director PT Super Unggas Jaya dalam sambutannya menegaskan bahwa walaupun secara kuantitas eskpor tersebut masih belum terlihat besar, namun hal ini merupakan langkah awal bagi perusahaan untuk terus tumbuh dan berkontribusi melalui kegiatan ekspor.

“Hari ini merupakan hari yang penting untuk perusahaan kami karena pada hari ini kami akan melakukan ekspor perdana. Memang skala ekspornya belum besar dan baru ke satu negara, namun kami meyakini bahwa perusahaan kami akan terus tumbuh di masa yang akan datang,” ujar Park.

Kinerja positif di tengah pandemi

Pandemi COVID-19 memang sangat berdampak ke berbagai sektor ekonomi. Namun PT CJ-PIA mampu membuktikan bahwa walaupun dalam kondisi serba sulit, perusahaan tetap berusaha untuk terus tumbuh dan memberikan kontribusi positif terhadap kondisi ekonomi sektor peternakan.

Iwan Karmawan yang merupakan Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi menjelaskan bahwa kegiatan ekspor telur tetas ke Myanmar merupakan suatu momentum yang penting dalam rangka mendongkrak perekonomian di Jawa Barat dan secara khususnya untuk perekonomian di Kabupaten Sukabumi.

“Terlebih lagi ketika Indonesia maupun seluruh dunia sedang mengalami pandemi COVID-19 yang sangat berdampak pada sektor perekonomian, akan tetapi untuk sektor pertanian dan peternakan ini justru bisa dibilang tahan banting dan masih berkontribusi positif,” ujarnya.

Iwan juga memberikan apresiasi kepada CJ-PIA yang dapat menembus pasar internasional walaupun masih dalam situasi pandemi. Menurutnya, COVID-19 sangat memengaruhi inflasi dan deflasi yang cukup tinggi, namun untuk bidang peternakan mengalami deflasi yang kecil. Oleh karena itu pemerintah provinsi dan daerah melakukan berbagai upaya dengan melancarkan regulasi terkait dengan pasokan, ketersediaan bahan pokok, pangan, kemudian mewujudkan ketersediaan dan kecukupan di masa pandemi.

“Perusahaan CJ-PIA yang melakukan ekspor telur tetas ke Myanmar merupakan suatu contoh nyata dalam mendongkrak perekonomian daerah. Kami memberikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya,” ucapnya.

Sementara itu menurut Dewa Putu Sumerta selaku Associate Director PT Super Unggas Jaya mengatakan bahwa perusahaan yang dipimpinnya telah mampu mengekspor produknya ke Myanmar setelah melalui tahapan tertentu. “Benar apa yang disampaikan oleh kepala dinas, walaupun dalam kondisi pandemi dan daya beli yang sangat lemah ini, kami bersyukur ada permintaan dari Myanmar ke perusahaan kami,” ujar Dewa.

Alasan selanjutnya yaitu sebagai bentuk respons perusahaan menjawab tantangan dari pemerintah yang mengimbau setiap perusahaan perunggasan untuk bisa melakukan ekspor. Berdasarkan keterangannya, telur yang diekspor merupakan telur dengan kualitas paling baik yang berasal induk berusia 30 minggu. Usia koleksi telur 3-9 hari nantinya menjadi 18.000 ekor betina dan 2.500 ekor jantan. “Untuk nilai ekonominya sendiri yaitu sebesar US$130.000 atau setara dengan Rp1,8 miliar,” jelas Dewa.

Apresiasi juga disampaikan oleh Gunawan Sitanggang selaku Staff Direktorat Perbibitan dan Produksi Ternak. Gunawan menyampaikan bahwa sektor perunggasan masih mampu memberi kontribusi bagi perekonomian walaupun dalam kondisi pandemi. “Saat ini kita semua perlu berbahagia, karena di tengah pandemi COVID-19, sektor perunggasan masih bisa memberi kabar baik yaitu tetap mampu mengekspor produknya,” ucap Gunawan.

Gunawan juga melanjutkan bahwa ekspor khususnya bibit ini merupakan bahan langka untuk sektor peternakan. Selain itu langkah ekspor juga merupakan sebuah solusi bagi perunggasan yang sudah mampu berproduksi melebihi permintaan dalam negeri. “Oleh karena itu langkah ekspor ini sudah tepat karena untuk menjaga stabilitas pasokan, bukan hanya untuk jangka pendek seperti pemangkasan (cutting) dan lainnya. Ekspor ini juga menunjukkan bahwa produk peternakan asal Indonesia memiliki daya saing karena berhasil menembus pasar global,” imbuhnya.

Apresiasi juga datang dari petinggi Kementerian Pertanian. Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak, Ditjen PKH, Kementan yang juga hadir pada saat acara pelepasan mengatakan kegiatan ekspor tersebut memang sudah sejalan dengan program Menteri Pertanian yaitu Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks). Pihaknya mengaku sangat senang walaupun perusahaan terkena kebijakan pengendalian suplai seperti cutting HE, apkir dini, dan lainnya, namun perusahaan tetap mampu melakukan ekspor.

“Saya mengapresiasi langkah ekspor yang ditunjukkan CJ-PIA. Ekspor ini sangat positif karena perusahaan sudah mampu menjawab tantangan ekspor dari pemerintah. Perusahaan Indonesia itu memang sudah seharusnya bisa menjadi jagoan di tingkat internasional, bukan hanya lokal,” tutup Sugiono selaku Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak