Oleh : Acep Adinda Nugraha Rusmana*
Komoditas ayam ras pedaging atau yang sering disebut dengan broiler merupakan salah satu bahan pangan sumber protein hewani dengan harga yang relatif terjangkau dan mudah diperoleh. Ranah usaha yang terus tumbuh semakin efektif dan efisien ini, tentu akan mencermati setiap proses produksi yang berjalan sesuai perhitungan yang akurat dan cermat. Hal ini merupakan sebuah upaya untuk meminimalisir permasalahan yang kerap muncul dalam proses pemeliharaan di lapangan. Mulai dari masalah malnutrisi, serangan penyakit, sampai biaya operasional yang membengkak.

Bibit, nutrisi dan manajemen pemeliharaan yang tepat merupakan konsep segitiga peternakan yang menjadi pilar dalam keberhasilan usaha budi daya ayam ras pedaging.

Tak bisa dipungkiri bahwa ketersediaan modal merupakan hal mendasar yang diperlukan dalam memulai usaha budi daya peternakan. Ketersedian modal dibutuhkan untuk membangun dan memulai proses produksi. Modal ini bisa jadi berupa materiil sebagai sarana biaya operasional, pengetahuan dan modal sosial. Selain itu, pemilik modal tentu juga akan melihat besar pasar sebagai landasan untuk terjun di dalamnya.
Setelah ketersediaan modal terpenuhi, perlu diketahui bahwa terdapat beberapa elemen dasar dalam usaha budi daya perunggasan. Hal ini tergambar dalam konsep segitiga peternakan perunggasan. Pertama adalah kualitas bibit atau DOC (Day Old Chick) yang bagus dan ideal. Hal ini akan mempengaruhi performa produksi ayam. Adapun berat rata-rata DOC ayam ras pedaging normal berkisar 35-40 gram. Untuk itu, perlu dilakukan proses penimbangan dan recording saat DOC baru datang. Selain itu, juga perlu diperhatikan dan dilakukan pengecekan terkait penampilan fisik DOC, seperti bulu, proporsi badan, tingkat keaktifan dan kesehatan DOC.
Poin kedua adalah ketersedian pakan dengan nutrisi yang seimbang dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan ayam. Energi yang terkandung dalam pakan digunakan ayam untuk menjalankan aktivitasnya seperti interaksi harian. Adapun protein berfungsi untuk memecah sel guna pertumbuhan ayam. Sedangkan, mineral dan vitamin berperan untuk menjaga metabolisme tubuh ayam agar tidak mudah terserang penyakit. Pemenuhan pakan disesuaikan dengan umur ayam dan kebutuhan nutriennya. Secara ideal ada empat periode dalam pemeliharaan broiler yaitu pre-starter, starter, grower, dan finisher.
Baca Juga: Dinamika Pengembangan Herbal Perunggasan
Selanjutnya, yang ketiga adalah manajemen pemeliharaan yang tepat. Seperti halnya sebelum DOC masuk, perlu dilakukan fumigasi atau upaya pencegahan virus, bakteri dan kutu. Hama tikus juga perlu dicegah karena bisa menjadi vektor atau pembawa penyakit dalam kandang. Kemudian, pengontrolan suhu, kehangatan dan kenyamanan ayam serta sirkulasi dalam kandang harus diperhatikan. Pengaturan suhu menggunakan heater dengan pengecekan yang intensif pada masa brooding akan berdampak baik. Adapun kebutuhannya sekitar 20-33 C dengan menyesuaikan usia ayam dan iklim.
Masih seputar manajemen pemeliharaan, ketersediaan sanitasi yang baik perlu diperhatikan dalam proses budi daya. Kebersihan alat kandang pada setiap penggunaannya perlu untuk dijaga. Tata letak alat harus rapi, dan tidak membuang sampah sembarangan. Selain itu, juga penting untuk melakukan kontrol dan supervisi secara intensif pada operator kandang, untuk memastikan semua standart operational procedure (SOP) berjalan dengan baik.
Hal terakhir yang harus tetap digarisbawahi adalah persoalan limbah. Limbah dalam usaha budi daya ayam ras pedaging perlu dipikirkan. Hal ini berkaitan dengan irigasi atau saluran pembuangan air, limbah udara serta alas kandang pasca pemeliharaan. Beberapa hal tersebut tentunya wajib diperhatikan agar tidak mencemari lingkungan. Apabila limbah ini terus menumpuk dan tetap dibiarkan maka akan menjadi sarang penyakit. Oleh karena itu, dibutuhkan pengolahan limbah yang tepat. Mengingat limbah juga bisa dimanfaatkan menjadi pupuk, yang tentunya dapat menambah pendapatan peternak secara ekonomi. *Mahasiswa Jurusan Peternakan, Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor dan Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Senat Mahasiswa Peternakan Indonesia (Ismapeti)
Tulisan ini merupakan potongan dari artikel rubrik Suara Mahasiswa majalah Poultry Indonesia edisi Juni 2022. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silakan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153