“Bapak mengajarkan kami bahwa kalau ingin hidup lebih baik, ya harus usaha sendiri, bukan dengan cara korupsi atau merugikan orang lain. Jadi nilai-nilai itu sangat tertanam sejak kecil bagi saya”
Tumbuh dari keluarga sederhana yang menjunjung tinggi nilai kerja keras, Eti Marlina kini menjadi salah satu sosok penting dalam dinamika perunggasan nasional, khususnya pada dinamika usaha layer di Blitar. Dengan latar belakang sebagai dokter hewan dan pengalaman panjang di industri obat hewan, Eti tak hanya sukses menjadi peternak, tetapi juga berdiri di garda terdepan dalam memperjuangkan hak-hak peternak kecil di daerahnya..
Terdidik Pantang Menyerah
Semangat juangnya mulai terbentuk sejak kecil, saat bapaknya yang seorang pegawai negeri juga menjalankan usaha angkutan umum dan mengelola lahan pertanian di Palembang demi menambah penghasilan keluarga.
“Hari Sabtu-Minggu, biasanya kami ikut Bapak naik angkot. Saya, Ibu, dan saudara-saudara saya ikut naik. Kami ikut ngetem, istilahnya bawa penumpang dulu, setelah itu kami ke kebun. Jadi memang dari kecil sudah terbiasa diajak kerja seperti itu setiap akhir pekan,” cerita Eti sembari bernostalgia akan masa lalunya, Senin (7/7).
Dari situ, nilai-nilai integritas, kerja keras, dan pantang menyerah terpatri kuat dalam dirinya dan ketiga saudaranya. “Meskipun Bapak seorang pegawai negeri, bahkan sempat jadi camat dan Kepala Dinas Badan Pembinaan Pendidikan Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (BP7), beliau tetap kerja keras. Beliau mengajarkan kami bahwa kalau ingin hidup lebih baik, ya harus usaha sendiri, bukan dengan cara korupsi atau merugikan orang lain. Jadi nilai-nilai itu sangat tertanam sejak kecil,” lanjutnya.
Didikan tersebut terbukti berhasil, tak hanya pada dirinya, melainkan juga pada ketiga saudaranya yang semuanya berhasil menempuh pendidikan tinggi. Salah satunya bahkan sampai menjadi profesor. Tak lupa, jiwa entrepeneur-nya juga diwarisi dari sang ibu yang mengelola usaha katering di rumahnya.
Meski bukan berasal dari lingkungan perunggasan, rasa tertariknya terhadap industri unggas dimulai dari keinginannya untuk bisa cepat bekerja saat masih menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Hewan, IPB University. Pilihan ini kemudian mengantarkan Eti mengabdi di perusahaan obat hewan, PT Lito Prima Mandiri sejak 2001 sebagai Technical Service Officer (TS). Karirnya menanjak hingga menjabat Brand Manager di Blitar sebelum akhirnya berhenti pada tahun 2017.
Setelah menikah dan menetap di Blitar, Ibu tiga anak ini mulai tertarik beternak sendiri. Usaha peternakan layer pun dimulai pada 2009 dengan populasi awal sekitar 1.500 ekor.
“Dengan latar belakang saya sebagai dokter hewan dan TS, saya punya jaringan dan kenalan banyak di kalangan peternak. Saya pikir, masak iya saya selamanya jadi karyawan? Kenapa enggak memanfaatkan networking yang saya punya untuk jadi entrepreneur, menciptakan lapangan kerja?,” tuturnya, mengenang motivasi awal beternak.
Perjuangannya merintis dimulai dari Eti yang belum memiliki lahan sendiri saat pertama kali beternak. Usaha beternak ayam itu pun dimulai dengan menyewa kandang dan mempekerjakan orang, sementara dirinya memikirkan manajemen dan mengawasi jalannya usaha sembari masih bekerja. Usaha itu terus berkembang dan mulai membuahkan hasil setelah dua tahun. Dari keuntungan tersebut, ia bahkan bisa mencicil tanah dan mendirikan kandang sendiri.
Tak Pernah Berhenti Bersuara
Keputusan besar selanjutnya harus dibuat Eti pada tahun 2017 ketika perusahaan tempatnya bekerja resmi ditutup. Dari situ, dirinya sepenuhnya fokus menjadi peternak. Langkah itu bukan tanpa risiko, ia tahu betul tantangan dunia peternakan, terlebih bagi peternak mandiri. Namun, pengalaman dan jaringan menjadi modal penting untuk dirinya bertahan dan terus berjuang.
Artikel ini merupakan potongan dari rubrik Profil pada majalah Poultry Indonesia edisi Juli 2025. Baca selengkapnya di Majalah Poultry Indonesia Edisi Juli 2025, dan untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi: https://wa.me/+6287780120754 atau sirkulasipoultry@gmail.com










