vaksinasi perlu diberikan untuk meningkatkan antibodi ayam petelur
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Tingkat keberhasilan dari vaksinasi petelur sangat tergantung pada kondisi lapangan. Kondisi yang ideal saat vaksin di antaranya harus memerhatikan kondisi ayam, kondisi air yang dipakai untuk melarutkan vaksin, peralatan yang digunakan dalam proses vaksin, juga keterampilan dari petugas yang melakukan vaksinasi. Tanpa memerhatikan aspek-aspek di atas, risiko gagal vaksin akan sangat besar.
Semisal bagaimana air yang digunakan untuk melarutkan vaksin. Air yang digunakan harus dipastikan tidak tercemar oleh desinfektan maupun logam berat. Jika air minum biasanya diberikan kaporit dalam bak atau tangki air (besi maupun plastik) harus dipastikan bersih minimal 24 jam dari terakhir kali kaporit tersebut diaplikasikan. Kaporit yang masih ada dalam air yang digunakan dalam proses vaksin dapat membunuh virus yang ada dalam vaksin. Selain itu juga air yang tercemar akan memengaruhi bau, rasa dan warna air. Sebaiknya vaksin langsung diberikan dengan cara mencampur dahulu vaksin ke drum berisi air lalu disesuakan dengan dosis. Setelahnya diberikan satu persatu dengan cara dituang jika menggunakan bell drinker. Namun jika menggunakan nipple drinker pemberian vaksin dilakukan lewat tempat penampungan air. Pada tahap ini, yang harus diperhatikan jika mengginakan nipple drinker adalah kebersihan saluran air dari tempat penampungan air baik berupa bak atau tangki sampai ke nipple drinker.
Baca Juga : Industri Pengolahan Jalan Keluar Bagi Komoditas Telur
Vaksin akan mempercepat pembentukan biofilm di sepanjang instalasi air karena adanya peningkatan populasi bakteri patogen di dalam air. Biofilm pada saluran air dapat menghambat laju aliran air di nipple/tempat minum ayam otomatis sehingga mengganggu dosis vaksin/obat yang masuk ke ayam. Karena umumnya senyawa logam/mineral mudah larut dalam air, untuk mengatasinya dapat dengan melakukan penyaringan dengan menggunakan alat penyaring (filter) yang dilengkapi dengan cartridge berisi active carbon dan kuras torn air serta lakukan penyemprotan dengan air bertekanan (flushing) pipa air minimal 1 bulan sekali. Hal ini bertujuan untuk menghilangkan biofilm yang menempel di sepanjang saluran instalasi air. Gunakan water cleaner/hidrogen perioksida (H₂O₂) dengan dosis 15-20 mg/liter air atau 10-15 ml/100 liter air.
Faktor kesehatan ayam saat divaksin juga sangat menentukan keberhasilan vaksinasi, sebelum divaksin pastikan ayam tidak stres dan bebas dari penyakit immunosupresant seperti CRD dan Gumboro. Hal ini menyebabkan respon kekebalan hasil vaksinasi tidak akan optimal dan tingkat stres juga makin tinggi. Pemberian vaksin aktif melalui air minum harus habis dalam waktu 2 jam, setelah vaksin dilarutkan segera alirkan ke nipple drinker. Agar air minum cepat habis dikonsumsi, sebelumnya ayam dapat dipuasakan minum selama 1-2 jam (tergantung cuaca). Pemuasaan harus dilakukan dengan hati-hati, jika suhu udara sangat panas maka pemuasaan cukup 1 jam. Tambahkan jumlah TMA (kebutuhan TMA per 1.000 ekor ayam dewasa sebanyak 20-25 buah TMA ukuran 2 galon) agar ayam lebih mudah mengakses air minum. Setelah air yang mengandung vaksin mulai terminum, stimulasi (rangsang) aktivitas minum ayam dengan cara mengatur intensitas cahaya (pada kondisi terang ayam akan mudah mengakses tempat minum, hal ini dapat dilakukan terutama saat cuaca sedang hujan biasanya mendung/gelap.
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap dari Majalah Poultry Indonesia edisi Oktober 2019 dengan judul “Waktu yang Tepat untuk Vaksinasi Layer”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153