Peternakan, salah satunya perunggasan, merupakan salah satu sektor yang paling terdampak oleh pandemi ini.
POULTRYINDONESIA, Purwokerto – Pandemi COVID-19 merupakan isu kontemporer yang sedang memengaruhi berbagai sektor kehidupan manusia. Peternakan merupakan salah satu sektor yang paling terdampak oleh pandemi ini. Hal ini berkaitan dengan perubahan pola hidup masyarakat termasuk pola konsumsi terhadap produk-produk peternakan.
Pola ini sebagian besar diduga akan bertahan sebagai kebiasaan baru masyarakat pasca pandemi atau masa normal baru. Penyesuaian pada pola baru di masyarakat perlu dikembangkan pada sektor peternakan, baik dalam hal budi daya, teknologi, nutrisi, dan pemasaran produk peternakan.
Masa normal baru merupakan sebuah tantangan sekaligus peluang yang dapat dimanfaatkan oleh sektor peternakan.
Menindaklanjuti potensi ini, Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman memprakarsai sebuah acara bertajuk Prospek Peternakan di Era Normal Baru Pasca Pandemi COVID-19. Acara ini merupakan Seminar Nasional Teknologi dan Agribisnis Peternakan yang diselenggarakan setiap tahun dan telah memasuki seri yang ke-7 (STAP VII).
Seminar yang rencananya akan diselenggarakan pada hari Sabtu, 27 Juni 2020 ini berbeda dibandingkan dengan biasanya, karena akan dilaksanakan secara online atau webinar.
Dekan Fakultas Peternakan Unsoed, Prof. Dr. Ismoyowati, S.Pt., M.P. menjelaskan bahwa seminar ini merupakan rangkaian kegiatan Dies Natalis Fakultas Peternakan Unsoed yang ke-54.
Baca Juga: Kontroversi Telur Tetas untuk Konsumsi Masyarakat
“Tujuan diadakannya seminar ini yaitu menggali dan mengumpulkan ide/konsep/gagasan yang dapat dimanfaatkan untuk mempersiapkan pendidikan, riset, dan industri peternakan dalam memasuki Era Normal Baru pasca Pandemi COVID-19,” jelasnya di Purwokerto, Kamis (4/6).
Masih menurutnya, selain itu, webinar ini juga ditujukan untuk menyediakan forum ilmiah yang mudah diakses selama masa work from home untuk bertukar pikiran tentang hasil penelitian dan pengembangan teknologi agribisnis peternakan.
Dr. Ir. Agustinah Setyaningrum, M.P. selaku Ketua panitia menerangkan bahwa seminar akan diikuti oleh peneliti, dinas terkait, dosen, dan mahasiswa.
Acara utama akan diisi oleh berbagai pakar yang antara lain Prof. Dr. Budi Santoso, M.P. (Guru Besar Bidang Nutrisi Ruminansia Universitas Papua), Prof. Dr. Ismoyowati, S.Pt., M.P., (Guru Besar Bidang Bioteknologi Peternakan Universitas Jenderal Soedirman), Ir. Bambang Suharno (Pimpinan Redaksi Majalah Infovet), dan Dr. Ir. Bess Tiesnamurti, M.Sc (Peneliti Senior Bidang Genetika Ternak Puslitbangnak).
Selanjutnya acara akan diisi oleh paparan artikel ilmiah dari berbagai bidang kajian. Hasil paparan ini akan dipublikasi pada prosiding seminar ber e-ISBN dan atau Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (JIPVET).
Artikel ilmiah yang nantinya dipublikasi diharapkan dapat dijadikan informasi dan masukan yang berarti bagi pengembangan peternakan mendatang.