Penandatangan MoU Fapet Unsoed dengan PT ASR Prima Sejahtera
POULTRYINDONESIA – Tangerang, Demi menjawab tantangan persaingan global saat ini, kerjasama antara perguruan tinggi dan industri harus terjalin dengan baik, dan disadari dengan penuh oleh Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman (Fapet Unsoed). Hal tersebut tercermin dari kunjungan kerja tim Fapet unsoed yang dipimpin oleh Dekan Dr. Triana Setyawardani, Prof. Elly Tugiyanti, Dr. Bambang Hartoyo dan Dr. Sri Rahayu pada tanggal 25-26 Maret 2022 ke perusahaan PT ASR Prima Sejahtera, yang bergerak dibidang industri perunggasan. Dalam kunjungan kerja ini didapatkan hasil kesepakatan kerjasama dalam program magang, pelatihan, penelitian dan pendidikan untuk mahasiswa maupun dosen jurusan peternakan.
Baca juga : Fapet Unsoed Sukses Menyelenggarakan ASIC
Dalam kesepakatan ini turut andil sebagai mediator kerjasama alumni Fapet Unsoed yaitu Roni Fadilah, Fajar Hidayat dan Deden Burhanudin. Kerjasana ini merupakan tinjak lanjut hasil kunjungan Hendra Herman dan Widodo sebagai perwakilan PT ASR Prima Sejahtera ke kampus Fapet Unsoed sekitar satu bulan yang lalu. Naskah kerjasama antara Fapet Unsoed dengan PT ASR Prima Sejahtera ditandatangani oleh Hendra Herman selaku perwakilan dari pihak perusahaan dengan Triana selaku Dekan Fapet Unsoed dan disaksikan oleh Ahmad Sirojudin, Direktur Utama PT ASR Prima Sejahtera dan para dosen serta perwakilan alumni.
Dalam presentasinya Hendra Herman, selaku mewakili PT ASR Prima Sejahtera sangat menyambut baik kerjasama dengan Fakultas Peternakan Unsoed. Lebih lanjut dirinya memaparkan terkait profil perusahaan serta rencana pengembangan PT ASR Prima Sejahtera kedepannya.
“Perusahaan kami tidak besar, tetapi akan memberikan warna tersendiri dalam hal produk akhir ayam sehat non antibiotik dan akan melibatkan semua pihak dalam sistem termasuk UMKM dalam hal pemasaran produk”, ujar Herman.
Sementara itu, Ahmad Sirojudin, selaku Direktur Utama PT ASR Prima Sejahtera menambahkan bahwa kedepan ayam sehat dengan hanya menggunakan herbal perlu ada pendampingan oleh pihak akademisi.
“Ketergantungan ayam akan antibiotik akan hilang, Herbal sebagai penggantinya. Dan ini lah jawaban do’a saya selama ini. Menghasilkan ayam sehat herbal bebas antibiotik”, tegas pria yang lebih dikenal dengan sapaan Haji Didin.
Lebih lanjut, Dekan Fapet Unsoed, Dr. Triana Setyawardani menyambut positif atas ide-ide yang disampaikan oleh manajemen PT ASR Prima Sejahtera tersebut. Menurutnya akademisi mempunyai peranan penting terkait potensi pengembangan tanaman herbal untuk dikembangkan dalam skala industri. Dimana banyak hasil penelitian yang bisa diterapkan dan dikembangkan.
“Program Kerjasama ini sangat tepat sekali, memberikan peluang semua pihak baik mahasiswa, dosen maupun pelaku bisnis untuk mengembangkan potensi herbal untuk industri perunggasan”, tutur Triana.
Sependapat dengan Dekan dan para pimpinan  PT ASR Prima Sejahtera, Roni Fadilah selaku alumni Fapet Unsoed menambahkan bahwa PT ASR Prima Sejahtera juga sudah menerapkan program pemakaian herbal dalam satu tahun ini.
Setelah penandatanganan kerjasama dilakukan, acara dilanjutkan dengan kunjungan kandang, dimana merupakan tempat yang akan digunakan untuk magang, kerja praktek, penelitian, pelatihan dan pendidikan pada waktu mendatang. Kandang yang dikunjungi berada di daerah Cilegon, Serang dan Cikande dengan tipe kandang mulai dari semi tertutup (semi Closed House) tiga lantai dengan kontruksi sederhana dari kayu dolken, dan tertutup (fully Closed House) dengan kontruksi baja dua lantai dan satu lantai dengan peralatan yang serba otomatis.
Semua pihak berharap kerja sama ini bisa berjalan lancar dan saling menguntungkan kedua belah pihak, dan terealisasi secepatnya, serta bisa menjadi percontohan aplikasi hasil riset di dunia industri.