POULTRYINDONESIA, Denpasar – Generasi muda perlu dibekali pembentukan personal branding agar dapat bersaing di era yang semakin maju dan kompetitif sehingga siap membawa perubahan bagi orang sekitar. Berangkat dari hal tersebut, mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Udayana menggelar webinar bertema “Rise of Innovative Younger. Build and Spread Your Personal Brand to be a Creativepreneur in a Competitive Era”. Acara yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom, Sabtu (27/11) ini membicarakan manajemen bisnis, kemajuan teknologi dalam bisnis, dan menciptakan personal branding dan creativepreneur.
Sambutan sekaligus opening ceremony dilanjutkan oleh Dr. I Nyoman Sumerta Miwada, S.Pt. M.P selaku Wakil Dekan III, Fakultas Peternakan, Universitas Udayana, Ia berharap agar seminar nasional ini dapat memotivasi diri dalam mengembangangkan kreativitas, inovasi dan pengembangan diri untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan.
Narasumber pertama yaitu drh. Pramudya Rizki Ruandhito, M.Sc. sebagai pemilik PT Sentra Gemilang Mulia yang membahas kemajuan teknologi di bidang peternakan di era 4.0, sebelum topik utama, beliau memaparkan mengenai keunggulan ayam petelur ras dibanding ayam lainnya, yakni memiliki produksi telur yang tinggi hingga 408-432 butir/ekor.
Baca juga : Prof. Michael Haryadi Wibowo Dianugerahi Bestari Award 2021
Ia menjelaskan bahwa ayam pullet mempunyai target performa tersendiri. Terdapat lima strain ayam petelur di Indonesia, yakni Lohman, Isa Brown, Novogen, Hyline, dan Hisex. Strain ayam terbesar di Indonesia adalah Lohman dan Isa Brown.
“Di industri sekarang sangat meminimalisir sumber daya manusia, hal ini sangat mungkin diterapkan pada industri unggas, bahkan populasi satu juta unggas dapat di tangani hanya 10-20 orang saja. Kemajuan Teknologi di era industri 4.0 terbagi menjadi dua yakni peralatan/mesin dan Internet based” jelasnya.
Peralatan dalam kemajuan teknologi terdiri dari closed house, conveyor belt untuk mengalirkan telur, manure belt sebagai menampung kotoran, pendistribusian pakan digunakan feeding hopper, nipple drinker sebagai tempat minum, dan sirkulasi yang baik menggunakan cooling pad.
Ia juga menambahkan mengenai internet based berfokus pada media sosial seperti Instagram, Facebook, tiktok, dan website. Salah satu startup yang dapat digunakan adalah “dokterunggas”. Segala sesuatu dilakukan secara online “kita semua bisa tahu harga telur hari ini, updatenya itu dengan online, dengan aplikasi” ujar Pramudya.

Menurutnya, masa brooding adalah masa yang paling penting dalam manajemen pemeliharaan. Saat ayam berumur 0-5 minggu merupakan fase yang paling krusial. Pada fase ini, ayam akan mengalami pertumbuhan dengan sangat pesat dan mencakup semua organ yang berperan bagi kehidupan dan produktivitas ayam. Jika dapat melewati fase ini, maka kedepannya akan aman.

“Hal-hal yang harus dievaluasi adalah tingkat kematian, konsumsi pakan, penambahan bobot badan, dan menghitung FCR. Semakin kecil FCR, semakin baik” tuturnya.
Dengan majunya teknologi, akan lebih efisien di tenaga kerja. Dengan internet based, kita juga harus selalu aktif dalam mencari konten terkait ayam sehingga mendapatkan edukasi mengenai ayam pullet.