Ayam lokal perlu dorongan untuk berkembang
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Dalam gelaran Farmsco E-Learning Part 4, PT Farmsco Feed Indonesia menggelar seminar daring dengan tema “Ayam Lokal Indonesia” yang diselenggarakan melalui aplikasi Zoom, Kamis (18/3).
Dengan diikuti sekitar 500 peserta, tema ayam lokal ini diangkat tak lain karena memang ayam lokal sebagai ayam asli Indonesia ini memiliki potensi yang bagus jika dikembangkan dan dipelihara dengan baik.
Muhammad Adyataruna, selaku RnD PT Farmsco Feed Indonesia, yang menjadi salah satu narasumber pada seminar tersebut mengatakan bahwa sejauh ini kebutuhan akan nutrisi ayam lokal Indonesia ini sering diabaikan.
Pada praktiknya, pemberian pakan untuk ayam lokal sendiri sering dilakukan dengan diberikannya pakan broiler, padahal pada kenyataannya kebutuhan nutrisi dua jenis ayam ini sangat berbeda.
Namun Adyataruna menyadari betul bahwa menciptakan pakan khusus untuk ayam lokal ini memang memiliki tantangan tersendiri.
“Memang sampai saat ini masih sangat terbatas baik informasi maupun penelitian yang dilakukan terkait kebutuhan nutrisi untuk ayam lokal ini. Beberapa penelitian yang sudah ada terkadang belum banyak yang mencantumkan jenis spesifik ayam lokal yang diteliti, selain itu keberagaman jenis ayam lokal ini pula juga masih menjadi sebuah tantangan,” ucapnya
Baca Juga: Ketersediaan Bibit Kunci Utama Usaha Ayam Lokal
Di sisi lain menurut Ade M. Zulkarnaen selaku Ketua Himpuli (Himpunan Peternak Unggas Lokal Indonesia) yang juga hadir sebagai narasumber mengatakan bahwa ayam lokal ini mempunyai prospek industrialisasi ke depannya.
Ade berharap ayam lokal ini mampu berkontribusi sebanyak 25% sebagai salah satu komoditas yang bisa mencukupi kebutuhan masyarakat untuk produk unggas.
“Kita memiliki banyak strain ayam lokal yang patut kita banggakan. Tidak cukup hanya kita banggakan namun ayam lokal ini harus kita kembangkan. Dengan kondisi permintaan yang bagus seperti ini, kita yakin bahwa 1-2 tahun mendatang, permintaan untuk ayam lokal ini akan semakin menarik lagi,” terang Ade.
Sementara itu, Joko Susilo selaku praktisi ayam lokal yang turut hadir sebagai narasumber mengatakan bahwa dalam pemeliharaan ayam lokal ini kualitas bibit merupakan salah satu yang berpengaruh dalam kesuksesan budi daya.
Selain itu pakan dan manajemen perkandangan menjadi faktor yang perlu diperhatikan setelah mendapatkan bibit yang berkualitas. Semuanya tentu dilakukan agar bisa menghasilkan produk ayam lokal yang unggul, dengan kandungan protein hewani yang diharapkan.
“Dalam usaha ayam lokal ini kita perlu menyediakan produk ayam lokal yang mudah dan murah. Murah tentu bukan berarti murahan, murah dalam arti dapat dijangkau oleh kalangan masyarakat, serta dengan kualitas daging ayam yang terbaik,” ucap Joko.