POULTRYINDONESIA, Kupang – Ancaman penyakit zoonosis, penyakit yang menular dari hewan ke manusia atau sebaliknya, masih menjadi bagian dari seluruh ancaman penyakit di Indonesia. Menurut Prof. Dr. drh. Wayan T Artama, Koordinator One Health / Ecohealth Research Center, Universitas Gadjah Mada (UGM), ada lima penyakit zoonosis yang masih mengancam Indonesia untuk lima tahun kedepan diantaranya Rabies, Avian Influenza ( Flu Burung), Leptospirosis, Anthrax dan Brucellosis.
Baca juga : Kementan Siap Perkuat Peran Bioinformatika Bidang Penyakit Hewan di ASEAN
“Menurut penelitian yang kami lakukan tingkat ancaman Rabies sebesar 21%, Avian Influenza 17 %, Leptospirosis 14 %, Antrax 12 %, dan Brucellosis sebesar 10 %, khusus penanganan untuk Avian Influenza yang masih terus berlanjut lebih dikarenakan banyaknya peternakan tradisional atau backyard, yang belum tertata dengan baik, sehingga masih sulit untuk dapat tertangani dengan benar,” terangnya dalam Seminar Nasional Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) HIMPRO ke-VII, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Nusa Cendana dengan tema “Peran Dokter Hewan Dalam Penanggulangan Pandemi Zoonotik” pada Sabtu, (30/10), Via Zoom Meeting.
Menurut Artama, solusi yang bisa digunakan untuk menghadapi ancaman penyakit zoonosis adalah dengan menerapkan konsep One Health
“Konsep ini merupakan pendekatan secara kolaboratif yang menghubungkan para ahli bidang disiplin ilmu kesehatan manusia, hewan dan lingkungan baik dalam lingkup lokal,nasional,regional bahkan tingkat global,” tegasnya.
Ia bercerita salah satu contoh implementasi pendekatan One Health adalah pada pemetaan penyakit toxoplasmosis di Jawa Tengah (Jateng) bagian selatan, dimana dalam implementasi itu tampak distribusi penyakit toxoplasmosis mengikuti Daerah Aliran Sungai (DAS).
“Artinya orang yang menunjukkan serologis positif toxoplasmosis terdistribusi pada jalur aliran sungai, berarti kejadian toxoplasmosis berkaitan dengan distribusi oocytes dari parasite mengikuti DAS,”pungkasnya.