Pakan untuk unggas harus didistribusikan dengan baik
Oleh : Domi Sattyananda, S.Pt*
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Dalam rangka memperbaiki performanya, Aviagen merujuk pada lima pilar utama riset dan pengembangan yang menjadi fokus utama. Kelima poin tersebut yaitu adaptasi terhadap lingkungan, suhu dan kelembapan menggunakan multi environmental selection, faktor feed efficiency untuk ayam ras pedaging, kualitas daging dan yield lewat ct scan, pemisahan genomics, dan yang terakhir melalui parental testing yang telah dilakukan selama lebih dari 60 tahun.
Genetik merupakan salah satu faktor yang penting dalam menghasilkan unggas yang unggul. Namun, hal tersebut hanya sepertiga dari faktor penentu keberhasilan budi daya. Unsur lain yang tidak kalah pentingnya ialah input pakan dan manajemen pemeliharaan dari ayam itu sendiri. Hal tersebut juga diamini oleh Elfick yang menyatakan bahwa berdasarkan data dari perusahaannya, faktor manajemen pemeliharaan dapat memberikan perbedaan yang cukup signifikan dalam proses budi daya.
“Kami telah melihat beberapa performa yang telah dicapai di Asia Tenggara, di mana performa dalam kurun waktu 35 hari dengan sampel rata rata terendah mencapai 1,765 kilogram dengan FCR sebesar 1,789. Namun untuk genetik yang sama di belahan dunia yang sama pula, hasil rata rata sampel tertinggi mampu mencapai 2,205 kilogram dengan FCR sebesar 1,562. Terlepas dari hal lain, faktor manajemen saja mampu menghasilkan potensi perbedaan FCR sebesar 0,227 (23 poin),” papar Elfick.
Elfick juga menjelaskan bahwa performa tersebut jika dibandingkan dengan perlakuan ideal di kandang internal Aviagen yang dijadikan pedoman dalam breeding program terdapat perbedaan sebesar 150 gram bobot badan per ekor, serta perbedaan FCR sebesar 0,156 (15 poin). “Jika kita melihat performa yang paling baik dari Asia Tenggara, dengan performa yang sudah kita dapatkan dari breeding program yang kami lakukan, ada perbedaan sebesar 150 gram bobot badan, dan sekitar 15 poin FCR. Oleh karena itu dalam 5 tahun ke depan, kami akan fokus terhadap penyempurnaan dari potensi genetik yang masih sangat mungkin untuk ditingkatkan,” ujarnya.
Aviagen menyadari bahwa memang perlu adanya riset mendalam tentang perbedaan FCR dari ayam dengan genetik yang sama. Sebetulnya dalam kurun waktu 20 tahun terakhir perusahaan tersebut sudah menginisiasi program untuk mengetahui seberapa besar potensi genetik yang masih memungkinkan untuk muncul dalam kondisi yang tidak ideal.
“Dalam 20 tahun terakhir kami telah menyeleksi dan menyilangkan berbagai jenis ayam kami, dan melihat seberapa jauh kemampuan ayam tersebut jika ditempatkan dalam kondisi lingkungan yang lebih menantang. Jadi kami ingin mengetahui seberapa potensi preforma yang didapat jika ayam ditempatkan dalam situasi low density diet, high stocking density, high temperature, poor brooding, dan lain-lain. Jadi kami dapat melihat tentang sejauh mana kemampuan mereka jika ditempatkan dalam kondisi yang kurang optimal sekalipun,” terang Elfick.
Baca Juga: Sistem Logistik Pakan yang Efisien Ditengah Pandemi COVID-19
Aviagen juga sadar, dalam melakukan riset dan pengembangan tidak bisa dilakukan oleh satu pihak. Minimal, adanya komunikasi antara pembibit dan konsumennya yang ada di berbagai belahan dunia. Pasar untuk genetik sangat mungkin berbeda antara satu wilayah dengan wilayah yang lain, mengingat faktor utama penentu budi daya adalah suhu, lingkungan, temperatur, dan letak geografis yang berbeda.
Pihaknya juga berkomitmen selalu membuka kesempatan bagi para konsumennya untuk bekerja sama demi terciptanya produk yang sesuai dengan keinginan konsumen. “Kami memiliki 5 komitmen yang selalu menjadi acuan dari perusahaan kami yaitu biosekuriti untuk memastikan bahwa orang-orang yang membeli produk kami itu produk yang sehat di seluruh dunia. Kami juga menyediakan produk yang biodiverse dan breeding program agar dapat menyesuaikan dengan kondisi dan keadaan di berbagai belahan dunia. Kami juga memberikan pelayanan berupa transfer teknologi kepada seluruh konsumen dan berusaha setransparan mungkin, serta menggandeng sebanyak mungkin pihak dalam setiap keputusan yang kami buat,” tutur Elfick.
Terlepas isu yang masih sering beredar di masyarakat, ayam ras modern yang dapat tumbuh dan berkembang dengan cepat adalah hasil dari rangkaian panjang perbaikan genetika, pakan ternak, dan manajemen perlakuan peternak terhadap ternaknya. Bahkan, sangat mungkin jika di masa yang akan datang, ayam ras bisa berproduksi lebih efisien dengan berbagai macam teknologi yang jauh lebih canggih jika dibandingkan dengan saat ini.*Wartawan Poultry Indonesia
Artikel ini merupakan kelanjutan dari artikel Majalah Poultry Indonesia edisi Mei 2020 dengan judul Perjalanan Genetika Ayam Ras Pedaging. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153