POULTRYINDONESIA, Yogyakarta – Pada acara Indo Livestock 2023 Expo & Forum di Surabaya beberapa minggu lalu, Global Food Partners (GFP) telah melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan PT Widodo Makmur Unggas Tbk. (WMU), Kemitraan ini bertujuan untuk memajukan produksi bebas sangkar dengan taraf terbaik dan bersertifikat di Indonesia, serta menciptakan koneksi pasar antara WMU dan industri makanan dan perhotelan yang mencari telur bebas sangkar berstandar kesejahteraan tinggi di Indonesia.
Melalui keterangan tertulis, Kamis (3/8) Tri Mahawijaya Herlambang, selaku Direktur Marketing dari WMU menyatakan bahwa saat ini, WMU merupakan produsen telur terbesar di Indonesia yang menggunakan sistem bebas sangkar (cage-free), dengan populasi yang mencapai hampir 70.000 ekor ayam petelur.
“Kini kami berfokus pada pengembangan sistem bebas sangkar (cage-free) dan bekerja sama dengan Global Food Partners, yang sudah lebih lama berfokus pada industri ini daripada kami. Dengan sistem bebas sangkar ini, kami berharap dapat menghasilkan telur berkualitas lebih tinggi dibandingkan dengan telur konvensional. Alasan lain mengapa kami memilih untuk bekerja sama dengan Global Food Partners adalah karena kami berharap dapat memberikan nilai tambah lebih pada telur, terutama bagi mereka yang peduli tentang kesejahteraan hewan.”
Sementara itu, Kristina Yolanda selaku Program Associate, GFP Indonesia menyatakan bahwa banyak perusahaan dan  peternak yang ingin meningkatkan sumber telur bebas sangkar di Indonesia dan Asia secara umum, menjelang batas waktu komitmen bebas kandang pada tahun 2025.
“Kami senang dapat bekerja sama dengan produsen telur seperti WMU dan pelaku usaha maupun industry perunggasan lainnya untuk membantu mereka mencapai praktik peternakan terbaik, serta bekerja sama dengan pembeli makanan dan perhotelan untuk  memastikan mereka memenuhi komitmen tersebut.”
Adapun dalam kemitraan ini GFP akan memberikan pelatihan teknis dan pembangunan kapasitas kepada staf WMU untuk menerapkan praktik kesejahteraan dan manajemen terbaik di peternakan bebas sangkar mereka. Kemudian GFP juga membantu WMU dalam mencapai sertifikasi kesejahteraan hewan dari pihak ketiga, serta memfasilitasi koneksi pasar antara WMU dengan bisnis makanan dan perhotelan yang ingin memenuhi komitmen mereka dalam menggunakan telur bebas sangkar di Indonesia.
Menurut Yolanda pada minggu yang sama, GFP juga mengumumkan peluncuran Impact Scholarship Program mereka. “Program ini memungkinkan bisnis makanan atau yang lainnya, untuk mensponsori dan membantu para peternak mengakses pelatihan  produksi bebas sangkar dengan praktik terbaik. Program ini beroperasi di Indonesia dan wilayah lainnya, dan memungkinkan para sponsor untuk memberikan dampak nyata dari mana pun mereka berada,” jelasnya.