POULTRYINDONESIA, Bekasi – Untuk melihat bagaimana prospek dari bisnis pakan 2024 maka Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) menyelenggarakan acara Diskusi Panel dengan Tema “Sustainability Feed Industry in Indonesia 2024” yang bertempat di Hotel Avenzel Bekasi, Selasa, (14/11). Dalam acara tersebut beberapa panelis yang berhubungan dengan industri bisnis peternakan, bahan pakan, hingga alanis ekonom makro memaparkan pandangannya masing – masing. Para panelis yang memberikan gambaran bagaimana gambaran perekonomian 2024 diantaranya Ketua Umum GPMT drh. Desianto B. Utomo, Direktur Pakan Ditjen PKH Kementan drh. Nur Saptahidayat, Direktur Kesehatan Hewan drh. Nuryani Zainuddin, dan lainnya.

Baca juga : Peran GPMT dalam Industri Pakan dalam Negeri

Menurut Desianto dalam paparannya, tahun 2023 pertumbuhan industri pakan memang tidak sebaik yang diperkirakan. Pada awal tahun pertumbuhan industri pakan diperkirakan tumbuh sebesar 5%, akan tetapi faktanya pada akhir 2023 industri pakan hanya tumbuh sebesar 1-3%. “Pada tahun 2023 terjadi fenomena El Nino yang membuat panen jagung pada q1 2024 mengalami kemunduran sehingga ketersediaan jagung pasti terganggu. Selain itu dampak dari situasi geopolitik dunia juga membuat harga bahan pakan impor menjadi cukup tinggi, ditambah dengan melemahnya nilai tukar rupiah sehingga membuat anggota dilemma dalam menentukan harga pakan,” ungkap Desianto
Selanjutnya, Desianto memberikan prediksi untuk tahun 2024 dengan target realistis di angka 5%. Angka tersebut didasari pada asumsi di tahun 2024 merupakan tahun politik yang mana akan banyak beredar uang di masyarakat, sehingga harapannya ekonomi akan bergerak dan berimbas pada kenaikan konsumsi produk peternakan. “Harapannya dari pesta demokrasi akan ikut meningkatkan konsumsi protein hewani. Selain itu pada tahun 2024 diprediksi tidak terjadi el nino sehingga kebutuhan jagung dapat tercukupi,” harap Desianto.