Gumboro dapat menular secara langsung maupun tidak langsung
POULTRY INDONESIA, Surabaya – Salah satu penyakit yang sering menyerang pada peternakan ayam adalah penyakit Gumboro. Penyakit ini terkenal dengan penyakit imunosupresan. Artinya menekan sistem kekebalan tubuh ayam, sehingga ketika ayam sudah terserang penyakit ini, maka penyakit lain akan mudah masuk.Seperti yang disampaikan oleh Dr. Hani Plumeriastuti, drh., M.Kes., AP.Vet., Dosen Departemen Patologi Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan (FKH),Universitas Airlangga ( Unair),Surabaya pada Sabtu (20/11).
Baca juga : Webinar Poultry Indonesia Forum Bahas Kilas Balik dan Proyeksi Penyakit Unggas 2021-2022
Menurut Hani penyakit ini disebabkan oleh virus Infectious Bursal Disease (IBD).Virus ini dapat menular secara langsung, yakni kontak dengan ayam yang sakit, tidak langsung seperti melalui pakan, minuman, kandang atau peralatan yang tercemar virus IBD. Penularan bisa juga melalui udara yang tercemar.
“Jika virus sudah masuk ke tubuh ayam, maka akan menginfeksi dan replikasi pada organ limfoid primer dan sekunder. Akibat replikasi yang cukup hebat menyebabkan kerusakan pada sel – sel organ limfoid tersebut, terutama pada sel-sel limfoblasnya. Dimana limfoblas ini merupakan cikal bakal dari sel- sel plasma yang merupakan penghasil antibodi. Akibatnya, titer antibodi menjadi rendah,tidak bisa optimal,” tegasnya dalam acara AVIS CLASS 2 : AVIAN CLASS 2, yang diadakan KMPV Unggas dan Burung ( UBUR ),FKH Unair dengan
‘Nekropsi : One of Many Ways to Diagnose Disease’. Acara ini berlangsung secara virtual via Zoom Meeting.
Penyakit ini, tambahnya, menimbulkan gejala klinik lesu, menggigil, bergerombol, diare warna putih, kadang mematuk dubur, dengan tingkat kematian bervariasi antara 5 – 20 %, tergantung dari ada tidaknya infeksi sekunder dan tindakan support terapi yang diberikan.
“Pengobatan bisa dilakukan dengan memberikan antibiotik, terapi suportif, perbaikan kualitas pakan, dan sanitasi dan desinfeksi. Sedang pengendalian dan pencegahan bisa dilakukan dengan vaksinasi dan pengamanan biologis yang ketat,” pungkasnya.