Suwardi yang merupakan peternak dan kepala desa yang sudah menjabat dua periode ini, dulunya hanyalah anak kecil biasa yang menghabiskan masa kecilnya di desa kecil di bawah lereng Gunung Perahu, yaitu di Dusun Ngandong, Desa Plososari, Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Pria berperawakan tinggi besar ini memang sudah sejak kecil terbiasa dengan bekerja, menjadi seorang pencari rumput, berjualan pisang, sampai menjadi sopir pernah ia lakoni.
Salah satu hal yang paling menyenangkan dalam hidup manakala bisa membuat masyarakat sekitar sejahtera dan bahagia dengan apa yang kita kerjakan.
Saat dihubungi Poultry Indonesia melalui sambungan telepon, Rabu (7/10), Suwardi bercerita bahwa dirinya sudah terbiasa hidup mandiri sejak masa kanak-kanaknya. Nampaknya, hal itulah yang membuatnya tumbuh menjadi sosok laki-laki dewasa yang penuh tanggung jawab hingga ia dipercaya oleh masyarakat untuk menjadi pemimpin di desanya. Suwardi yang menjadi Kepala Desa di Desa Plososari Kecamatan Patean ini ternyata juga terpilih sebagai Ketua Umum Paguyuban Kepala Desa Bahurekso di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.
Melihat potensi pertanian di wilayahnya yang banyak, sejak tahun pertama menjabat sebagai kepala desa, pria yang lahir 47 tahun silam ini fokus dalam membangun ketahanan pangan. Tidak berhenti sampai di situ, Suwardi melakukan pemberdayaan masyarakat di desanya melalui komoditas peternakan. Hal yang selalu terlintas dipikirannya adalah bagaimana desanya bisa berkembang dengan baik dengan mayoritas warganya yang bermata pencaharian sebagai petani. Suwardi ingin mengembangkan komoditas lain seperti peternakan ayam di desanya.
Suwardi bisa dikatakan memang memiliki pemikiran-pemikiran besar namun membumi dan aplikatif diterapkan di masyarakat. Ia terus berpikir agar potensi ekonomi di desanya bisa tumbuh, bangkit dan berkembang. Hal tersebut terbukti setelah ia mengembangkan peternakan ayam di desanya, ekonomi warga secara perlahan semakin membaik. Selain itu angka pengangguran juga menjadi berkurang dengan terbukanya lapangan kerja baru. Suasana desa juga menjadi aman dan warga merasa nyaman melakukan usahanya karena banyak yang bekerja di lingkungannya sendiri.
Peternak yang juga penggerak
Selain aktif membangun desa, Suwardi nyatanya juga seorang aktivis peternakan layer. Ketua Pinsar Petelur Nasional (PPN) Cabang Kendal ini menyadari betul bahwa Kendal sendiri mempunyai potensi peternakan yang sangat besar. Jumlah peternakan di Kendal sangat banyak terdapat sekitar 776 peternak, dengan produksi telur 300-302 ton setiap hari.
Seiring berjalannya waktu, ia bersama kelompoknya mengalami kesulitan mencari bahan pakan berupa jagung untuk kebutuhan pakan ayam. Suwardi yang aktif dan banyak jaringan kemudian berkonsultasi dan berkoordinasi dengan pemerintah hingga akhirnya mendapat fasilitas dari Ditjen PKH karena tahu bahwa Kendal memiliki potensi yang bagus.
Kegigihannya mengantarkan ia dan kelompoknya membentuk wadah koperasi pada tanggal 25 Oktober 2018 yang diberi nama Koperasi Unggas Sejahtera Kendal. Koperasi tersebut saat ini beranggotakan 125 peternak sebagai anggota tetap dan 460 peternak sabagai anggota tidak tetap. Ke depan ia masih mempunyai cita-cita untuk bisa mengembangkan potensi perekonomian di desanya. Suwardi ingin di desanya nanti bisa tercipta kemandirian pangan, khususnya untuk sumber protein hewani karena menurutnya hal tersebut yang bisa menyerap tenaga kerja banyak baik langsung maupun tidak langsung. Selain itu kegiatan tersebut sudah sesuai dengan pekerjaan warga setempat yang memang kebanyakan adalah petani dan peternak.
Suwardi berpendapat, di dalam hidup memang terdapat tiga aspek penting agar seseorang bisa sukses. Pertama adalah tenaga, kedua pikiran, dan yang ketiga adalah finansial. Jika seseorang sudah memiliki ketiganya, dan orang tersebut bisa menjalankannya dengan ulet dan tidak menyimpang dari rambu-rambu, maka kesuksesan seakan sudah pasti ada dalam genggaman. Namun kalau seseorang hanya memiliki satu atau dua aspek saja, tentu harus berusaha lebih keras lagi untuk melengkapinya agar kehidupan menjadi lebih sempurna.
Bagi Suwardi, dalam hidup tidak boleh hanya berpikir potensi pada saat ini saja, tetapi harus berpikir 10 tahun ke depan potensi apa yang akan terjadi. Karena dengan bertambahnya jumlah penduduk setiap harinya, tentu kebutuhan masyarakat akan semakin banyak dan berkembang pula.
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap yang telah dimuat di Majalah Poultry Indonesia Edisi November 2020 dengan judul “H. Suwardi, Mengabdi untuk Kemaslahatan Orang Banyak”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153
Menyukai ini:
Suka Memuat...