Peternak yang tergabung dalam KPUN membagikan ayam gratis di depan kantor Kemendag
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Puluhan peternak ayam mandiri yang tergabung dalam Komunitas Peternak Unggas Nasional (KPUN) kembali menggelar aksi bagi-bagi ayam secara gratis di depan kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jumat (14/4). Hal ini ditengarai lantaran situasi sulit yang terus dirasakan oleh peternak. Persoalan klasik kembali terjadi, dimana harga sarana pokok produksi yang tinggi, tidak diikuti dengan harga jual ayam hidup yang masih rendah.
Melalui siaran pers tertulis, Ketua KPUN, Alvino Antonio menyampaikan bahwa peternak mandiri tidak akan mampu dibiarkan bersaing dengan integrator. Perusahaan integrator tidak boleh memasarkan livebird (LB) ke pasar-pasar rakyat. Pasar rakyat harus menjadi wilayah distribusi dari peternak mandiri. Pembatasan peredaran LB ke pasar-pasar rakyat harus dilakukan mengingat Pelaku usaha terintegrasi memiliki posisi dominan dalam industri peternakan ayam di Indonesia.
Baca juga : Perunggasan saat Puasa dan Jelang Lebaran
“Perusahaan integrator memiliki kemampuan dan fasilitas modal yang tidak terbatas yang dapat memengaruhi struktur pasar, harga, stock dan supply ayam, sehingga dapat menentukan harga jual ayam di pasaran. Hal inilah yang mematikan usaha peternakan yang dirintis peternak mandiri. Untuk itu Kemendag harus membatasi izin dan peredaran produk unggas yang diproduksi perusahaan integrator yang memengaruhi keberadaan dan peluang usaha peternak mandiri,” jelasnya.
Selain itu, lanjut Alvino Kemendag juga harus memastikan bahwa pelaku usaha integrasi hanya menjual ayam dalam bentuk karkas ke pasar modern, hotel-hotel, restoran, katering dan juga pasar-pasar dalam segmen khusus seperti private company. Sehingga harga ayam yang dijual bisa jauh berbeda dan lebih murah, dibandingkan dengan pelaku usaha non-integrasi dan peternak mandiri yang harus melewati rantai distribusi yang bermuara hanya pada pasar tradisional dan per orangan.
“Oleh karenanya, agar menjelang perayaan hari raya Idulfitri ini peternak mandiri dapat menikmati harga jual LB yang sesuai dan di atas biaya pokok produksi, intervensi Kemendag terhadap perusahaan integrator harus segera dilakukan. Bila tidak, peternak mandiri dan peternak rakyat di Indonesia akan terus berada pada titik terendah kehidupan, kebangkrutan usaha, meninggalkan banyak utang, kepailitan usaha, serta di somasi para feedmill dan breeder,” pungkasnya.