POULTRYINDONESIA, Jakarta – Harga ayam hidup tingkat peternak dilaporkan kembali mengalami penurunan hingga mencapai Rp18.000–Rp18.500 per kilogram. Kondisi tersebut berada jauh di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp25.000 per kilogram.
Menanggapi situasi ini, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan akan terlebih dahulu menelusuri penyebab turunnya harga sebelum mengambil langkah lanjutan. Saat ditemui awak media di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (7/4), Amran mengaku belum menerima laporan rinci mengenai perkembangan harga di lapangan. Ia memastikan Kementerian Pertanian (Kementan) akan segera melakukan pengecekan.
Dalam waktu dekat, Mentan berencana memanggil sejumlah pelaku usaha dalam ekosistem perunggasan, termasuk produsen pakan, untuk membahas kondisi harga saat ini. “Kami akan panggil pelaku usaha, terutama pabrik pakan, agar harga tidak dinaikkan,” kata Amran.
Namun sejatinya dalam kondisi seperti ini, pemerintah telah menyiapkan beberapa langkah untuk menjaga stabilitas sektor perunggasan, termasuk dalam hal pengendalian pasokan dan harga. “Solusi permanennya ke depan adalah membangun pabrik-pabrik pakan dan DOC milik pemerintah,” ujar Amran.
Menurut Amran, keberadaan fasilitas tersebut diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk menyeimbangkan rantai pasok sekaligus menjaga harga tetap terjangkau bagi peternak rakyat. Pemerintah bahkan telah menyiapkan anggaran sekitar Rp20 triliun untuk merealisasikan pembangunan pabrik pakan dan DOC tersebut.
Sebelumnya, isu ini mencuat setelah para peternak mengeluhkan harga ayam hidup merosot setelah periode Idulfitri. Tekanan harga ini diperkirakan terjadi akibat melimpahnya pasokan ayam di pasar. Di tengah permintaan konsumsi yang menurun setelah lebaran, program Makan Bergizi Gratis yang diharapkan dapat menyerap produksi ayam belum berjalan secara optimal. Kondisi tersebut menyebabkan penumpukan ayam berukuran besar di kandang peternak.
Maka, diperlukan langkah pengendalian dari pemerintah yang lebih terstruktur agar fluktuasi harga ayam tidak membuat peternak rugi, sekaligus menjaga stabilitas pasokan protein hewani di pasar.
Dapatkan informasi lainnya mengenai Industri Perunggasan di Indonesia dengan bergabung bersama kami di WhatsApp Channel Poultry Indonesia