POULTRYINDONESIA, Karanganyar – Dalam beberapa waktu kebelakang, kenaikan harga jagung terus dirasakan oleh para peternak layer nasional. Bahkan tercatat harga jagung di tingkat peternak mencapai angka Rp5.900,00/kg, yang secara otomatis akan membuat biaya produksi telur meningkat. Menyikapi hal tersebut Pinsar Petelur Nasional (PPN) dan Koperasi PPN bekerja sama dengan Badan Pangan Nasional, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah serta pemerintah Kabupaten untuk memberikan jagung subsidi kepada para peternak layer. Acara seremoni penyaluran jagung subsidi ini dilakukan di Kantor Bupati Karanganyar, Kamis (17/3). 
Dalam kesempatannya, Sinarko selaku Ketua Koperasi PPN Pusat mengungkapkan bahwa penyaluran jagung subsidi yang diberikan kepada para peternak ini bertujuan untuk menekan peningkatan harga jagung dan peternak mendapatkan harga sapronak khususnya jagung yang stabil. Menurutnya, tingginya harga jagung di pasaran berdampak kepada biaya produksi yang meningkat, sehingga berimplikasi pada meningkatnya harga jual produk.
“Jagung subsidi ini bertujuan untuk menekan harga jagung di peternak, sehingga peternak tidak menaikan harga telur lebih tinggi lagi. Dengan harga pakan yang dikisaran angka Rp7.000,000-Rp7.500,00, membuat HPP saat ini ada di level Rp21.000,00-22.000,00. Untuk itu, bersama Bapanas dan Pemerintah Provinsi, kami menggelontorkan bantuan subsidi jagung sebesar 100 ton dengan harga RP4950,00/kg yang dilakukan secara bertahap. Penyaluran jagung subsidi ini dimulai dengan 10 ton untuk para peternak layer kecil di wilayah Solo Raya,” ujarnya.
Sementara itu, Agus Haryanto selaku Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Tengah menjelaskan bahwasannya program subsidi dari Pemerintah Provinsi ini bertujuan untuk membantu sebagian peternak yang ada di Jawa Tengah dengan memberikan subsidi sebesar Rp500,00/kg. 
Baca Juga: GPPU Selenggarakan Workshop Untuk Tingkatkan Wawasan Bisnis Anggota
“Ini  program dari provinsi, pasokan jagung dari lokal. Harga jagung hari ini rata-rata sudah Rp5460,00/kg di pasaran tentu saja ini bergantung dengan kadar air. Sedangkan target subsidi bisa menembus Rp4.950,00/kg.” tutur Agus.
Sementara ini jagung yang dibagikan oleh pemerintah akan berfokus pada sentra peternakan unggas seperti Kendal dan Solo Raya. Untuk daerah Kendal dan Blora telah menerima bantuan jagung dari Badan Pangan Nasional, sedangkan daerah Solo Raya baru mendapatkan bantuan jagung dari Dinas Peternakan Provinsi Jawa Tengah yang dianggarkan dari APBD provinsi Jawa Tengah.
Kendati demikian, Agus juga menuturkan bahwasannya bantuan yang diberikan saat ini masih belum bisa dibilang cukup membantu permasalahan kebutuhan jagung yang dialami oleh para peternak saat ini. Untuk itu, kedepannya ia berharap akan ada bantuan-bantuan subsidi jagung yang datang tidak hanya dari Dinas Peternakan Provinsi Jawa Tengah, namun juga dari berbagai pihak lain baik dari pemerintah maupun kepedulian dan panggilan hati dari sektor perusahaan dalam bentuk CSR.