Kesuksesan seseorang sering kali berawal dari langkah kecil yang diambil dengan penuh keyakinan. Begitulah perjalanan Herry Dermawan, anggota DPR RI Komisi IV dari Fraksi PAN, yang menapaki jalur politik setelah bertahun-tahun berkecimpung dalam industri perunggasan. Dari seorang pengusaha ayam ras yang memahami seluk-beluk sektor ini, ia kini menjadi suara bagi peternak dalam kebijakan nasional.

Awal mula di dunia perunggasan

Lahir di lingkungan yang tidak langsung bersentuhan dengan dunia peternakan, Herry Dermawan menemukan jalannya di industri perunggasan setelah menjadi marketing manager di sebuah pabrik pakan ternak, PT Bamaindo. Posisi ini membawanya memahami potensi besar industri ayam ras, terutama di Jawa Barat yang saat itu menyerap hampir 50% konsumsi unggas nasional.

Dengan wawasan pasar yang kuat, ia memutuskan untuk terjun langsung sebagai peternak di Ciamis pada tahun 1992. Modal awalnya tidak sedikit, yakni 100 ton pakan, satu unit mobil Jimny, dan uang tunai Rp100 juta, suatu kepercayaan besar yang diberikan oleh perusahaannya. “Saat itu saya bertanya kepada direktur saya, ‘Bagaimana kalau saya kabur membawa semua modal ini?’ Tapi ia hanya tersenyum dan berkata, ‘Kami percaya pada Anda’,” kenang Herry. Dalam setahun, ia berhasil mengembalikan semua modal tersebut, menandai awal kejayaan bisnis perunggasan yang dibangunnya.

Namun, perjalanan tidak selalu mulus. Krisis moneter 1997-1998 sempat mengguncang usahanya. “Krisis itu tidak membuat ayam tidak laku, tapi ayamnya tidak ada! Pabrik pakan banyak yang tutup karena bahan baku impor terhenti,” ujarnya. Berbeda dengan sektor lain yang terhantam permintaan rendah, industri ayam saat itu justru kekurangan pasokan akibat pabrik pakan yang tidak bisa mengimpor bahan baku karena kendala Letter of Credit (LC). Dalam setahun, usahanya berhasil pulih berkat kemitraan dengan pabrik pakan yang memberikan fleksibilitas pembayaran.

Dari Pengusaha ke Politisi

Meski sukses sebagai pengusaha, keterlibatan Herry di dunia organisasi dan politik berawal dari dorongan komunitas peternak. Reformasi 1998 membawa gelombang partai baru, dan peternak di Priangan bersepakat bahwa harus ada perwakilan dari industri ini di dunia politik. Herry Dermawan ditunjuk sebagai figur yang dinilai mampu menyuarakan kepentingan peternak.

Masuk ke Partai Amanat Nasional (PAN), ia segera dipercaya sebagai Ketua PAN Ciamis (2000-2010), lalu menjadi Sekretaris PAN Jawa Barat. Pada 2014, kebijakan partai mewajibkan pengurus mencalonkan diri sebagai anggota legislatif. Tanpa rencana awal menjadi politisi, ia mengikuti pemilu dan berhasil duduk sebagai anggota DPRD Jawa Barat. Keberhasilannya berlanjut dengan dua periode di tingkat provinsi hingga akhirnya pada 2024, ia melangkah ke DPR RI, kembali mewakili aspirasi peternak dari kursi legislatif nasional.

Misi untuk Peternak Ayam Mandiri

Sebagai anggota Komisi IV yang membidangi pertanian dan peternakan, Herry Dermawan membawa visi besar bagi industri ayam ras, terutama peternak mandiri yang semakin terdesak oleh dominasi perusahaan besar. Ia menyoroti perubahan struktur industri unggas sejak krisis moneter. Sebelum krisis, 80% produksi ayam dikuasai peternak rakyat, namun kini proporsi tersebut turun drastis menjadi sekitar 15%. Perusahaan integrator yang memiliki rantai produksi dari hulu ke hilir mendominasi pasar, sementara peternak kecil harus berjuang dengan harga pakan tinggi dan ketidakpastian harga jual

Artikel ini merupakan potongan dari rubrik Profil pada majalah Poultry Indonesia edisi Februari 2025. Baca selengkapnya di Majalah Poultry Indonesia Edisi Februari 2025, dan untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi: https://wa.me/+6287780120754  atau sirkulasipoultry@gmail.com