Perubahan histopatologi pada usus ayam broiler penderita RSS (Qamar et al., 2013)
Perubahan histopatologi pada usus ayam broiler penderita RSS (Qamar et al., 2013)
Oleh: Sulaxono Hadi*
Dalam studi Runting Stunting Syndrome (RSS) pada broiler di Pakistan, Qamar et al., (2013) menemukan adanya lesi pada usus (29%) berupa degenerasi villi, kripta, sel epitel, dan lapisan lamina propria usus. Selain itu, juga ditemukan lesi pada pankreas (16,65%) yang mencakup fibrosis, vacuoalisasi, dan degenerasi sel-sel acinar. Pada bursa Fabricius, ditemukan degenerasi folikel dan sel epitelnya (43%). Pada proventriculus, ditemukan adanya dilatasi sel-sel kelenjar (5,6%).
Hepatosit atau sel hati ayam yang mengalami RSS menunjukan gambaran mitokondria dan membrannya yang mengalami kehancuran atau degenerasi. Kondisi ini menurunkan sintesa Adenosina trifosfat (ATP) pada sel hati yang mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan ayam dan memunculkan kekerdilan (Li et al., 2020).
Kejadian RSS yang disebabkan oleh infeksi chicken anemia agent (CAV) menyebabkan deplesi parah hemopoetik dan limfositik. Secara imunohistopatologi, CAV dengan mudah dapat ditemukan di sumsum tulang merah serta organ limpa ayam terinfeksi.
Virus CAV/Japan/HS1/17 pernah menimbulkan masalah pada industri perunggasan di Jepang dan menimbulkan wabah di China tahun 2014-2016. Isolat virus ini dapat menyebakan 100 persen anemia dan 70 persen kematian DOC. Setidaknya sebanyak 80 persen virus ini menginfeksi pada ayam umur 7 hari yang ditandai anemia dan kematian 10 persen.
Baca Juga: Runting Stunting Syndrome, Sindrom Kekerdilan pada Ayam
Virus Chicken Anemia Agent (CAV) merupakan virus DNA dari genus Gyrovirus dan famili Anellovirus. Secara patologi, virus ini menyebabkan terganggunya sistem hematopoietik pada sumsun tulang ayam, sehingga produksi limfosit pada timus dan limpa terganggu (Smyth et al., 2006).
Pada pemeriksaan dengan menggunakan next-generation squencing secara acak terhadap jaringan ayam penderita Runting Stunting Syndrome (RSS) yang telah terfiksasi dengan parafin di laboratorium, ditemukan adanya Nephritis virus, avian rotavirus, dan picornavirus pada jejenum ayam yang berumur 7 hari dan virus-virus ini tidak terdeteksi pada ayam umur 1 hari. Dominasi dari virus yang ditemukan adalah picornavirus (Oliveira et al., 2021).
Pengendalian RSS
Runting Stunting Syndrome (RSS) merupakan sindrom pada ayam yang menimbulkan kerugian ekonomi akibat lambatnya pertumbuhan ayam dan tidak ekonomisnya pemakain pakan, sehingga menyebabkan kematian. Dari berbagai faktor penyebab infeksi, reovirus ditemukan sebagai salah satu virus pada kejadian RSS di berbagai peternakan di berbagai negara.
Usaha pengendalian bertumpu pada 3 kegiatan utama, yaitu penerapan manajemen biosekuriti, sistem tata laksana dan perkandangan yang baik, serta vaksinasi. Melakukan kotrol terhadap personel ddan trasportasi yang masuk area peternakan, manajemen pemusnahan bangkai ayam, serta pengendalian tikus, burung, dan insekta.
Dalam menjaga imunitas, menekan terjadinya stress pada ayam akan meningkatkan kemampuan menangkal terjadinya Runting Stunting Syndrome (RSS). Vaksinasi RSS sebaiknya dilakukan pada breeder karena dapat memberikan keuntungan (Shane, 2008, van der Heide, 2000) dengan meningkatkan kekebalan pada induk dan memberikan kekebalan pada anak ayam.
Vaksinasi untuk menekan terjadinya Runting Stunting Syndrome (RSS) dengan Avian Reovirus S1133 pada broiler yang baru saja menetas atau umur sehari tidak direkomendasikan karena menyebebkan terjadinya atrofi pankreas dan villi duodenum yang justru menyebabkan menurunnya bobot badan broiler (Petrone-Garcia et al., 2021). *Medik Veteriner Ahli Madya Balai Veteriner Banjarbaru
Artikel ini merupakan potongan dari rubrik Kesehatan pada Majalah Poultry Indonesia edisi Oktober 2022. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, sila mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153