POULTRY INDONESIA, Jakarta – Seorang penanya dalam sebuah talk show via streaming Youtube, channel “kok bisa” pada hari Minggu (14/11) menanyakan kegelisahannya akan adanya hormon pada daging ayam yang ia makan selama ini. Pertanyaan itu dijawab dengan tegas oleh Dr. drh. Denny Widaya Lukman, MSi, Dosen Divisi Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Epidemiologi, Fakultas Kedokteran Hewan, IPB Bogor, Bahwa adanya hormon pada daging ayam adalah hoax besar yang masih saja terjadi hingga saat ini.
Baca juga : Kampanyekan Pentingnya Protein Hewani, Pinsar Gelar Seminar Virtual
“Kalau tidak percaya, silakan saja cek ke peternakan ayam, apakah ada yang menggunakan hormon. Saya yakin tidak ada,dan tidak mungkin peternak akan melakukan penyuntikan hormon pada satu persatu ternak mereka,” ungkap pria yang juga pakar higiene pangan dalam talk show yang bertema ‘Adakah Bahaya Tersembunyi Dibalik Makanan Kita?’.
Ia menjelaskan bahwa adanya ayam broiler (pedaging) dengan pertumbuhan yang cepat, dengan berat badan yang semakin cepat bisa dicapai dalam waktu singkat adalah produk genetik, yang sudah didesain sedemikian rupa.
“Namun, ayam ini mempunyai kelemahan. Yakni, lebih mudah stres dan rentan terhadap serangan penyakit,” tegasnya.
Denny menegaskan bahwa kunci keamanan pangan ada pada konsumen. Jika konsumen peduli dan kritis, maka keamanan pangan akan mudah diterapkan.
“Kalau mengandalkan pemerintah tidak mungkin. Sebab, tangan pemerintah sedikit. Kepedulian konsumen bisa dilakukan dengan sederhana, misal ada ayam mati kemarin (tiren) di lapangan, konsumen bisa melakukan pelaporan pada pemerintah, selanjutnya biar pemerintah yang bertindak,” pungkasnya.