POULTRYINDONESIA, Banten – Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI) mengadakan Musyawarah Nasional (Munas) ke-4 yang bertemakan “Revitalisasi Peran HPDKI Menuju Visi Indonesia Maju” sekaligus Silaturahim Nasional (Silatnas) ke-8 yang dilaksanakan secara offline dan online di Hotel The Jayakarta Anyer, Banten, Kamis (2/12).
Dalam sambutannya, Yudi Guntara Noor selaku Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat HPDKI mengatakan bahwa HPDKI hadir sebagai organisasi profesi peternak domba-kambing nasional untuk menjawab tantangan menuju Indonesia maju seperti yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo. Dari Munas ini, Yudi berharap dengan terpilihnya ketua umum HPDKI di periode yang akan datang, dapat membawa HPDKI menjadi lebih baik.
“Presiden Joko Widodo telah mengamanatkan kepada kita bahwa domba-kambing ini harus menjadi sumber alternatif protein hewani. Yang kedua, beliau mengatakan, domba-kambing merupakan ternak untuk penggerak pembangunan di pedesaan. Yang ketiga, beliau juga menitipkan tantangan korporasi peternakan rakyat. Oleh karena itulah kami menyelenggarakan Munas dengan tema menuju visi Indonesia maju,” tutur Yudi.
Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Andhika Hazrumy, Wakil Gubernur Provinsi Banten, ia berharap dengan dilaksanakannya Munas HPDKI ini dapat memberikan semangat untuk penguatan pemulihan ekonomi daerah. Selain itu, ia memberikan keterangan bahwa kebutuhan daging domba-kambing di Provinsi Banten saat per tahun khususnya pada hari raya masih belum terpenuhi.
Baca juga : Mitigasi Dampak La Niña Pada Perunggasan
“Kalau kita melihat dari sisi kebutuhan domba-kambing, Menurut data yang saya dapat dari Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten, setiap tahun Idul Adha qurban di Banten itu membutuhkan 60.000 ekor dan yang baru tersedia itu hanya 20.000 ekor, sisa 40.000 ekor nya diambil dari Provinsi Jawa Barat,” kata Andhika.
Masih dalam acara yang sama, sambutan terakhir dari Teten Masduki selaku Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Indonesia, mengatakan, ekonomi peternakan kambing dan domba dalam perlu dilakukan konsolidasi terkait dengan skala usaha.
“Sekarang saya punya konsep baru yakni konsolidasi lewat koperasi, nah koperasinya bukan zaman dulu melainkan modern. Jadi, produk-produk dari anggota petani itu dibeli secara tunai oleh koperasi, dari koperasi baru ke market. Sehingga dengan begitu, petani bisa mengendalikan harga,” ucap Teten.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan pemilihan Ketua Umum DPP HPDKI, Jumat (3/12). Dari hasil pemilihan, Yudi Guntara Noor terpilih kembali sebagai Ketua Umum DPP HPDKI periode 2021-2026. Dengan terpilihnya sebagai Ketua Umum, Yudi berharap dapat membawa HPDKI menjadi lebih baik dan menjadi jawaban dari tantangan pemulihan ekonomi.