Proses pengambilan sperma ayam (Sumber - BPTU Sembawa)
Proses pengambilan sperma ayam (Sumber - BPTU Sembawa)
POULTRY INDONESIA, Surabaya – Proses regenerasi pada unggas bisa dipercepat dengan menggunakan metode Inseminasi Buatan (IB). Hal ini seperti disampaikan oleh Dr. drh. Tatik Hernawati, M.Si. selaku Dosen Departemen Reproduksi Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan (FKH), Universitas Airlangga (Unair) dalam webinar AVICLASS 1. Acara yang mengankat tema “Maintain the Welfare of Poultry for the Future” ini diadakan oleh kelompok minat KMPV UBUR (Unggas dan Burung), FKH Unair, secara daring melalui aplikasi Zoom, Minggu (5/6).
Menurut Tatik, IB adalah teknik mengawinkan secara buatan dengan cara memasukkan sperma unggas jantan ke dalam saluran reproduksi unggas betina yang sedang berproduksi. Dimana sperma tersebut telah diencerkan dengan NaCl fisiologis.
Baca Juga: Unsur-unsur Penting dalam Proses Penetasan
Tatik mengungkapkan ada sejumlah keuntungan dalam menggunakan metode IB untuk regenerasi. Seperti penggunaan pejantan relatif lebih sedikit, sehingga memungkinkan dilakukannya seleksi dan persilangan antara induk yang memiliki mutu genetik unggul. Hal ini bisa menghasilkan bibit unggul.
“Memungkinkan dilakukan persilangan bagi unggas unggul yang sulit melakukan perkawinan secara alami. Sebagai contoh persilangan antara entok dan itik, sehingga menghasilkan bibit tiktok (itik mentok),” tegasnya.
Dirinya melanjutkan, keuntungan lain menggunakan metode IB adalah dapat menghasilkan bibit dalam jumlah banyak, yang seragam dalam waktu yang relatif singkat. Selain itu, juga memungkinkan untuk dilakukan persilangan dengan unggas jenis lain.
“Selain itu, metode ini juga mampu untuk mencegah penularan penyakit, mengatasi infertilitas baik jantan maupun betina, serta memudahklan penyimpanan sperma yang lebih lama. Selain itu yang tidak kalah penting adalah hemat biaya pemeliharaan pejantan,” pungkasnya.