POULTRYINDONESIA, Tangerang – Suasana meriah menyelimuti aula ICE BSD, Kabupaten Tangerang, pada Rabu (17/9), saat ILDEX Indonesia 2025 resmi dibuka. Diselenggarakan oleh VNU Asia Pacific bersama PT Permata Kreasi Media (PKM), pameran internasional ke-7 di bidang peternakan, perikanan, dan pertanian ini akan berlangsung selama tiga hari, dari 17-19 September 2025.
Direktur PT Permata Kreasi Media, Fitri Nursantri Poernomo, menegaskan bahwa ILDEX 2025 merupakan ajang strategis yang mempertemukan pelaku industri dari hulu ke hilir. Jika pada penyelenggaraan sebelumnya ILDEX hanya berfokus pada sektor peternakan dan perikanan, mulai tahun ini cakupannya diperluas dengan kehadiran sektor hortikultura dan agrikultur yang memperkuat integrasi dengan sektor pertanian.
“Tahun ini menjadi lebih istimewa karena untuk pertama kalinya ILDEX juga menghadirkan Horti dan Agri Indonesia (HAI). Hal ini tentu saja memungkinkan sinergi antara peternakan, perikanan, dan pertanian untuk memunculkan kedaulatan pangan yang lebih kuat,” ujar Fitri.
Sebanyak 270 peserta dari 26 negara, termasuk Thailand, China, Filipina, yang dikonfirmasi akan hadir memeriahkan pagelaran ILDEX 2025. Keikutsertaan pelaku industri internasional ini diharapkan akan menjadi jembatan terbentuknya jejaring bisnis dan transfer pengetahuan.
Justin Pau, CEO VNU Asia Pacific, mengatakan bahwa Indonesia memegang peranan strategis dalam sektor agri-pangan Asia. Dengan populasi lebih dari 275 juta jiwa, pesatnya urbanisasi, dan masyarakat kelas menengah yang terus berkembang, maka permintaan terhadap protein yang aman, berkelanjutan, dan berkualitas tinggi turut meningkat.
“Indonesia tidak hanya memiliki ekonomi terbesar di ASEAN, tetapi juga sekaligus menjadi pusat utama agribisnis. Sektor peternakan dan pertanian di sini termasuk yang paling cepat berkembang di Asia, didorong oleh konsumsi domestik dan peluang perdagangan regional. ILDEX berkomitmen mendukung pertumbuhan ini dengan menghubungkan keahlian internasional dengan pasar Indonesia yang dinamis,” ujar Justin.
Ia juga menyampaikan antusiasmenya dalam menyambut partisipasi negara baru seperti Estonia dan Uni Emirat Arab, serta kehadiran paviliun dari Uni Eropa dan Tiongkok, yang menghadirkan perusahaan-perusahaan kelas dunia untuk berinteraksi langsung dengan pelaku industri lokal. Selain itu, konferensi tematik seperti Aquaculture Day, Meat Pro Day, dan Dairy Day memperkaya pameran dengan pertukaran ide dan pengetahuan dari profesional global.
Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, melalui sambutan tertulis yang disampaikan oleh Dirjen PKH, Agung Suganda, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya ILDEX 2025. Ia menilai bahwa ILDEX telah berkembang menjadi salah satu ajang pameran peternakan bertaraf internasional yang memiliki peran penting di Indonesia. Menurutnya, acara ini mampu menjadi sarana untuk membangun jejaring antara Indonesia dengan mitra global sekaligus menunjukkan potensi dan kekuatan industri peternakan Indonesia kepada dunia.
Pada tahun 2024, PDB sub sektor peternakan mencapai Rp349 triliun atau 12,54% dari total PDB sektor pertanian. Komoditas telur ayam menempati posisi teratas yakni Rp 192,5 triliun, kemudian daging ayam sebesar Rp 144,8 triliun, lalu daging sapi Rp77,68 triliun, dan disusul susu segar Rp19,4 triliun. Secara produksi, Indonesia bahkan mencatat surplus untuk beberapa komoditas, yaitu daging ayam sebesar 3,84 juta ton dan telur ayam sebanyak 6,3 juta ton, yang melebihi kebutuhan nasional.
Lebih jauh, kinerja ekspor komoditas peternakan hingga Juni 2025 tercatat sebesar US$688 juta (setara Rp11,28 triliun), meningkat 6,04% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Volume ekspor juga tumbuh signifikan, naik 25,8% menjadi 278,6 ribu ton.
“Sub sektor peternakan menjadi salah satu pilar penting dalam pembangunan pertanian, dan memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan, pembangunan ekonomi, pemberdayaan masyarakat pedesaan, yang sejalan dengan visi mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ucap Agung.
Penyelenggaraan ILDEX 2025 dinilai menjadi momentum penting untuk mendorong investasi, inovasi, dan kerja sama industri, terutama di tengah meningkatnya permintaan akan protein hewani serta kebutuhan akan sistem produksi yang lebih berkelanjutan.
“Saya harapkan terjadi banyak business deal selama pelaksanaan ILDEX yang akan berdampak terhadap peningkatan PDB peternakan,” pungkasnya.