Gandum sebagai alternatif bahan pakan unggas
POULTRYINDONESIA, Banten – Harga pakan pabrikan semakin merangkak naik, seiring dengan kenaikan harga bahan baku pakan yang terus melaju dengan cepat. Kondisi inilah yang menyebabkan pihak PT Berdikari (Persero) tergerak untuk mendatangkan gandum utuh, dengan kualitas pakan sebagai upaya mendukung inisiatif pemerintah menjaga kestabilan harga pakan dan produk unggas.
Baca juga : Bank Pakan sebagai Upaya Menuju Kemandirian Pakan
Menurut Harry Warganegara, Direktur Utama Berdikari, gandum yang didatangkan memiliki klasifikasi pakan ternak sehingga berbeda dengan gandum untuk bahan baku pangan konsumsi. Dengan begitu, produsen pakan ternak yang tergabung dalam Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) dapat menjaga stabilitas harga pakan sehingga kelangsungan bisnis peternak ayam dapat terjaga, serta masyarakat dapat menikmati produk unggas yang berkualitas dan terjangkau.
“Gandum yang didatangkan bukanlah pengganti pakan ternak yang telah ada di pasaran. Gandum spesifikasi pakan ini berfungsi sebagai komponen perekat untuk pakan ternak. Gandum juga didatangkan secara bertahap dengan memantau pergerakan harga serta ketersediaan jagung kualitas pakan di sentra produksi lokal. Sehingga dapat memberikan dampak positif mulai dari petani, industri pakan, peternak, hingga masyarakat luas. “terang
Harry di sela proses inspeksi bongkar muat gandum di Cigading, Banten, Selasa (21/9)
Selain sebagai upaya stabilisasi harga pakan ternak, kedatangan gandum spesifikasi pakan ini juga memberikan pemasukan negara. Tidak seperti gandum untuk konsumsi atau pangan yang tidak dikenakan bea masuk, gandum untuk pakan dikenakan bea masuk sebesar 5% yang berimplikasi memberikan potensi pemasukan negara cukup signifikan. Berdikari akan mendatangkan gandum klasifikasi pakan ternak hingga 300.000 ton sampai dengan bulan November 2021.
Hadir pula dalam inspeksi ini Direktur Operasional Berdikari, Muhammad Hasyim beserta Komisaris Utama Berdikari, Sumardjo Gatot Irianto dan Komisaris Berdikari, Radhitya Ardhimas Anwar, Anggota Komisi IV DPR RI, Nur’Aeni, Ketua Satgas Pangan Mabes POLRI Brigjen Pol Helmy Santika, SesDitJen PKH Kementerian Pertanian RI, Makmun bersama Direktur Pakan Kementerian Pertanian RI, Agus Sunanto.