POULTRYINDONESIA, Jakarta – Secara konvensional, awal hidup ayam sangat mengandalkan ketersediaan kuning telur. Seiring berkembangnya zaman, ada beberapa hal yang perlu dikoreksi apakah memang cukup kuning telur untuk perkembangan ayam untuk mempunyai produktivitas yang tinggi.
Berangkat dari hal tersebut, Perkumpulan Masyarakat Ilmu Perunggasan Indonesia (MIPI) komda Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten mengadakan webinar STARTER (Sehari Terinspirasi) Seri 1: “Teknologi Injeksi Otomatis In Ovo Feeding untuk Ayam Lokal”. Acara yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom, Sabtu (26/2) ini membicarakan terkait perkembangan teknologi injeksi otomatis IOF sehingga dapat diaplikasikan secara luas. Acara STARTER memiliki tujuan memberikan ruang kepada setiap anggota untuk menyampaikan keahlian, membangun jejaring antar peneliti dan stakeholder, dan meningkatkan eksistensi MIPI.
Baca juga : Perjalanan Produktivitas Mutu Genetik Layer Modern
Dalam sambutan yang disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Arnold Sinurat, MS. selaku Presiden MIPI sekaligus membuka acara menyatakan bahwa acara kali ini merupakan acara yang bermanfaat dan sejalan dengan tujuan organisasi MIPI. “Ini merupakan program ke-3 dari MIPI pusat, yaitu membagi ilmu pengetahuan diantara sesama anggota dan orang lain.”
Berdasarkan pemaparan dari narasumber Dr. Rantan Krisnan, SPt., MSi. dari Balai Penelitian Ternak, Kementan RI, membahas tentang In Ovo Feeding. Secara terminologi, In Ovo Feeding adalah metode menyuntikkan nutrient berupa cairan ke dalam amnion embrio yang menyebabkan embrio secara alami mengkonsumsi nutrien tersebut secara oral sebelum menetas.
“Ketika menjelang menetas, embrio ayam secara alami mengkonsumsi cairan amnion. Inilah yang melatar belakangi mengapa perlu pemberian nutrisi sebelum menetas dapat memberikan manfaat terhadap perkembangan embrio sedini mungkin,” ujar Rantan.
Lebih lanjut menurut Rantan, konsep riset IOF ini dengan dua pendekatan, yang pertama fokus pada ayam lokal, yang kedua mencoba mengakomodir kebutuhan Breeder atau pengguna dari mitra lisensor ayam KUB dan Sensi. “Hasilnya mereka membutuhkan paket teknologi antara pengembanga formula bahan dengan alat injektor otomatis IOF,” tambahnya.
Kombinasi asam organik dan mikromineral penting secara kualitatif tidak berpengaruh terhadap bobot dan daya tetas, menghasilkan luas permukaan vili di jejunum dan ileum, meningkatkan total, deferensiasi leukosit dan titer antibodi, berpengaruh permanen hingga periode tumbuh berikutnya, dan berpengaruh terhadap ekspresi gen MHC pada ayam sensi.
Alat/mesin injektor IOF memiliki komponen tray pusher, injektor nutrient 5 buah, dudukan injector, pompa nutrient, system control dan koveyor pembawa tray serta trolley. Mesin yang dikembangkan saat ini bekerja secara otomatis.
“IOF bukan menciptakan breed/galur/jenis DOC yang baru, tetapi memberikan nilai lebih kepada breed yang sudah ada, sehingga DOC yang dihasilkan mempunyai nilai tambah” pungkas Rantan.