Indeks Kebahagiaan menunjukkan bahwa orang yang bekerja di perdesaan - bertani, beternak, memelihara ikan, dan mengelola hutan adalah orang paling bahagia
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Kepuasan peternak terhadap indikator Pendidikan dan Keterampilan (Indikator ke-1) sebesar 6,73 (Puas) adalah paling rendah. Sebagian peternak berpendidikan rendah. Sebanyak 28 (26,03%) peternak berpendidikan SD, dan 72 (66,67%) SMP,  sisanya 4 (3,7%) SMA, dan 4 (3,7%) Perguruan Tinggi. Tingkat pendidikan yang rendah berpengaruh terhadap kemampuan peternak untuk memahami dan mengaplikasikan teknologi dan inovasi yang berhubungan dengan perkembangan usahanya.
Kepuasan peternak terhadap indikator Pekerjaan Utama (Indikator ke-2) sebesar 7,26 (Puas). Peternak rata-rata memelihara ayam 3.760 ekor dengan penghasilan rata-rata Rp5.280.000 per bulan. Penghasilan peternak tersebut lebih besar daripada standar kemiskinan Bank Dunia yakni US$2 per kapita per hari (setara Rp846.000 per bulan), Upah Minimum Kabupaten Malang 2018 sebesar Rp2.575.000 per bulan, dan pendapatan per kapita penduduk Indonesia 2018 yang sebesar Rp56.000.000 per tahun (Rp4.667.000 per bulan). Penghasilan peternak juga lebih besar daripada petani padi yang berada pada kisaran Rp715.000-1.500.000 per bulan. Penghasilan rumah tangga berpengaruh positif terhadap kebahagiaan. Semakin tinggi pendapatan makin tinggi tingkat kebahagiaan (Yakubu and Aidoo, 2015; Angela, 2018).
Kepuasan peternak terhadap indikator Perasaan Tidak Cemas (Indikator ke-12) sebesar 6,23 (Puas) dan Perasaan Tidak Tertekan (Indikator ke-13) sebesar 6,30 (Puas). Masalah fluktuasi harga telur dan pakan merupakan risiko yang sering dihadapi pengusaha ayam petelur. Selain disebabkan faktor fundamental seperti kenaikan harga pakan dan DOC serta struktur pasar unggas cenderung oligopolistik di pasar input dan oligopsoni di pasar output, kenaikan harga telur disebabkan berkurangnya produksi telur akibat serangan penyakit pada ayam yang menyebabkan produksi menurun tajam (Nuryati dan Nur, 2012; Ilham et al. 2019).
Kepuasan peternak terhadap indikator Penguasaan Lingkungan (Indikator ke-15) sebesar 7,80 (Puas). Penguasaan lingkungan adalah kemampuan untuk mengembangkan keterampilan yang cocok dengan kegiatan atau pekerjaan mereka. Peternak memiliki pengalaman mengelola usaha peternakannya selama 5-20 tahun. Mereka telah mahir dalam mengelola usaha peternakannya, baik dari sisi teknis, ekonomis, sosial, maupun politis.
Baca Juga : Mempersiapkan SDM Perunggasan Tangguh
Kepuasan peternak terhadap indikator Tujuan Hidup (Indikator ke-18) sebesar 7,97 (Puas). Tujuan hidup berkaitan dengan cita-cita yang dimiliki tentang masa depan yang membuatnya merasa hidup yang dijalani memiliki makna.
Indeks kebahagiaan peternak ayam petelur sebesar 7,36 tersebut lebih besar daripada Indeks Kebahagiaan penduduk Indonesia 2018 sebesar 7,07, Indeks Kebahagiaan penduduk Indonesia wilayah perdesaan sebesar 6,96, maupun Indeks Kebahagiaan penduduk Provinsi Jawa Timur sebesar 7,08 (BPS, 2017). Fakta ini mendukung bahwa penduduk yang bekerja di sektor pertanian, termasuk peternakan, kehutanan, dan perikanan tergolong bahagia.
Temuan ini konsisten dengan hasil penelitian di sejumlah negara lain. Indeks Kebahagiaan menunjukkan bahwa orang yang bekerja di perdesaan – bertani, beternak, memelihara ikan, dan mengelola hutan – adalah orang paling bahagia. Ann Paddy (2016) menyatakan bahwa “Kebahagiaan suatu bangsa ibarat pohon, pertanian adalah akarnya, dan perdagangan dan industri adalah cabang dan daunnya. Jika akar dihilangkan, cabang-cabangnya akan mati dan daunnya rontok”. Berbahagialah petani dan peternak Indonesia.
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap dari Majalah Poultry Indonesia edisi Januari 2020 dengan judul “Peternak Ayam Petelur Masuk Kategori Bahagia”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153