POULTRYINDONESIA, Jakarta – Masih dalam rangkaian seminar International Integrated Forum, Sustainably Integrated Animal Industry Forum, Indo Livestock 2022 menggelar seminar dengan tajuk “Feed & Feeding System” yang bertempat di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Selatan, Kamis (7/7).
Pemaparan pertama disampaikan oleh Jenny Soelistiani selaku Ketua Pinsar Petelur Nasional yang membahas mengenai kondisi peternak petelur nasional.
“Kami peternak layer sudah terkonsolidasi dan hari ini adalah wujud dari wajah konsolidasi peternak mulai dari hulu sampai hilir. Kenapa konsolidasi peternak ini perlu dilakukan? Karena tantangan peternak petelur nasional saat ini selalu berkutat dengan harga pakan yang berfluktuatif, sehingga dibutuhkan konsolidasi peternak berupa integrasi secara horizontal,” ucapnya.
Baca Juga: Gut Health Compass, Metode Strategis untuk Kesehatan Unggas
Intan Nursiam selaku Nutritionist PT Farmsco Feed Indonesia mengatakan bahwa broiler juga membutuhkan pakan yang memiliki kandungan serat untuk pertumbuhannya.
“Rasio serat ADF (Acid Detergent Fiber) dan NDF (Neutral Detergent Fiber) minimal harus sebesar 0,37 untuk memperoleh performa yang optimal, menciptakan pencernaan yang baik serta meningkatkan daya cerna,” papar Intan.
Pada acara yang sama, Nasril Surbakti selaku Vice President Feed Technology PT Charoen Pokphand Indonesia memaparkan mengenai optimalisasi performa ayam hias melalui nutrisi pakan.
“Bulu ayam memenuhi 75% dari total tubuh ayam, sehingga keindahan ayam hias ditentukan dari bulunya. Nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan bulu adalah asam amino, vitamin, dan trace mineral,” tutur Nasril.