Indo Livestock 2025 menjadi tonggak penting dalam mempertemukan pelaku industri, pemerintah, dan akademisi untuk memperkuat sektor peternakan nasional

Setelah dua dekade menjadi barometer perkembangan industri peternakan di Indonesia, Indo Livestock 2025 Expo & Forum kembali digelar pada Rabu hingga Jumat, 2–4 Juli 2025, di Grand City Convex (GCC), Surabaya. Acara ini menjadi pameran dan forum internasional terbesar di Indonesia, yang mempertemukan para pelaku usaha, profesional, akademisi, dan pengambil kebijakan dalam satu ruang kolaboratif.

Diselenggarakan oleh PT Napindo Media Ashatama (Napindo), pameran tahun ini mencakup enam sektor utama, yakni Indo Livestock dan Indo Feed ke-18, Indo Dairy ke-16, Indo Fisheries ke-15, Indo Agrotech ke-4, serta Indo Vet ke-5. Dimana masing-masing sektor menampilkan perkembangan terkini di bidang peternakan, pakan, perikanan, teknologi pertanian, kesehatan hewan, dan industri susu yang menunjukkan wajah baru agribisnis Indonesia yang semakin adaptif dan berdaya saing global.

Pembukaan resmi dilakukan oleh Makmun, selaku Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian RI, yang hadir mewakili Menteri Pertanian. Hadir pula tokoh-tokoh penting lainnya, seperti Karsan, Asisten Deputi Peningkatan Daya Saing Produk Peternakan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, serta Indyah Aryani, Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur yang hadir mewakili Gubernur Jawa Timur, Didik Srinoto selaku Plt. Kepala Balai KIPM Surabaya 1 Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, serta Ketua Yayasan Pengembangan Peternakan Indonesia (YAPPI) Desianto Budi Utomo. Selain itu, kehadiran Duta Besar Denmark untuk Indonesia, H.E. Sten Frimodt Nielsen, turut mempertegas dimensi internasional dari acara ini. Mengingat Denmark dikenal sebagai salah satu negara dengan sistem peternakan dan teknologi pangan paling maju di dunia.

Assistant Project Director PT Napindo Media Ashatama, Lisa Rusli, menegaskan bahwa pengalaman lebih dari dua dekade dalam menyelenggarakan Indo Livestock menjadi bukti komitmen Napindo dalam mendorong pertumbuhan perekonomian nasional melalui pameran dan forum internasional berskala besar. Melalui ajang ini, Lisa berharap terciptanya berbagai bentuk kerja sama baru, kolaborasi, dan kemitraan usaha, serta forum diskusi yang mampu melahirkan solusi inovatif bagi berbagai tantangan di sektor peternakan, perikanan, dan agribisnis.

“Saya menyampaikan apresiasi atas berbagai dukungan yang diberikan oleh berbagai pihak. Dimana lebih dari 40 kementerian, lembaga, asosiasi, dan akademisi menegaskan komitmen kami untuk terus berkontribusi dalam menghadirkan inovasi dan solusi terdepan di sektor ini. Secara khusus, kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pertanian, Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, serta berbagai kementerian dan asosiasi terkemuka lainnya atas kontribusi dan kolaborasi yang telah terjalin,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Lisa menyampaikan bahwa tahun ini Indo Livestock menghadirkan 300 peserta pameran dari 15 negara, termasuk lima paviliun negara yaitu Tiongkok, Korea, Taiwan, sejumlah negara Eropa, dan Denmark. Penyelenggaraan yang berlangsung selama tiga hari ini menargetkan kehadiran 15.000 pengunjung profesional dari berbagai sektor.

Artikel ini merupakan potongan dari rubrik Laporan Khusus pada majalah Poultry Indonesia edisi Agustus 2025. Baca selengkapnya di Majalah Poultry Indonesia Edisi Agustus 2025, dan untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi: https://wa.me/+6287780120754  atau sirkulasipoultry@gmail.com