POULTRYINDONESIA, Jakarta – Animal Friends Jogja (AFJ) dan Act For Farmed Animals (AFFA) bersama Open Wing Alliance (OWA), koalisi global dari 100 organisasi yang mencakup 72 negara di enam benua, mengumumkan peluncuran Laporan Benchmark Bebas Sangkar (Cage-Free) pertama di Asia. Dalam rilisnya, Jumat (23/2) dijelaskan bahwa Benchmark ini merupakan seruan kepada pemerintah di Asia agar terlibat lebih dalam tentang isu kesejahteraan hewan dan peningkatan komitmen dari perusahaan-perusahaan untuk menggunakan telur bebas sangkar. Laporan perdana ini menilai kemajuan pemerintah di Asia dalam mendukung peralihan industri peternakan menuju sistem bebas sangkar.
Dalam laporan tersebut, 17 negara di Asia Timur, Asia Selatan dan Asia Barat, serta Asia Tenggara, Australia, dan Selandia Baru (SEAANZ) dievaluasi berdasarkan tiga pilar utama yaitu, mengakhiri kandang baterai, kerangka kebijakan, dan standar kesejahteraan dengan skor maksimum 140 poin. Hasilnya, skor rata-rata dalam Benchmark hanya 26,9. Dari skor rata-rata tersebut Selandia Baru ditempatkan di posisi teratas dengan skor 86 poin, mencetak skor tertinggi dalam dua dari tiga pilar. Sebaliknya, Bangladesh, Malaysia, dan Vietnam menempati peringkat terendah dalam Benchmark dengan skor 4 poin. 
Sedangkan Indonesia sendiri masuk ke dalam peringkat tujuh dengan skor sebanyak 21 poin. Dimana pemerintah Indonesia pernah menerbitkan Pedoman Kesejahteraan Hewan untuk Peternakan Ayam Petelur pada tahun 2023 yang ditujukan khusus untuk peternakan ayam petelur bebas sangkar. Walaupun, Indonesia belum memenuhi standar semua pilar di Benchmark, terutama terkait mengakhiri kandang baterai, karena belum ada peraturan dan sanksi khusus mengenai larangan atau penghapusan bertahap penggunaan sistem kandang baterai hingga saat ini. 
“Sangat penting bagi pemerintah di Asia, khususnya Indonesia, untuk secara aktif mendukung transisi menuju peternakan bebas sangkar untuk memastikan transisi yang lancar bagi konsumen dan pemangku kepentingan industri. Kami harap pemerintah Indonesia dapat menyempurnakan seluruh kriteria di pilar-pilar yang belum terpenuhi dengan memberikan kejelasan regulasi, agar industri dapat bergerak menuju standar kesejahteraan hewan yang lebih tinggi,” ungkap Herdiana Putri Ayuningtyas, staff Advokasi Pemerintah untuk Program Farmed Animals AFJ.