Silo pabrik pakan (sumber gambar: salmonbusiness.com)
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Dalam situasi pandemi COVID-19 saat ini, semua usaha yang terkait dengan peternakan turun sebanyak 25-30%. Demikian juga dengan aktivitas impor bahan pakan pun terhambat secara teknis.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum Asosiasi Ahli Nutrisi dan Pakan Indonesia (AINI), Prof Dr. Nahrowi, dalam Seminar Online AINI ke-3 melalui aplikasi daring, Kamis (18/6).
Nahrowi menjelaskan, industri pakan sangat membutuhkan pasokan bahan pakan yang tersedia sepanjang waktu, jumlah yang cukup, memenuhi standar kualitas yang dipersyaratkan, dan dapat atau mudah diakses, serta dengan harga yang bersaing atau kompetitif.
Baca Juga: Sistem Logistik Pakan yang Efisien di tengah Pandemi COVID-19
Menghadapi hal tersebut, sangat mendesak adanya pasokan yang rutin akan bahan pakan dari dalam negeri. Namun demikian, terdapat beberapa tantangan akan penggunaan bahan pakan lokal di antaranya jenisnya sedikit, kualitas tidak stabil, produksi skala kecil, harga mahal sehingga kurang kompetitif, keberlanjutan yang dipertanyakan, serta sistem logistik belum memadai dan relatif mahal.
Sementara itu, narasumber dalam seminar virtual tersebut, Direktur PT Agriniaga Indonesia, Ismunandar, mengatakan bahwa dalam era globalisasi dan digitalisasi ini, segala sesuatu cepat berubah sehingga para pelaku bisnis pakan, pengambil kebijakan dan ilmuwan pakan perlu untuk cepat beradaptasi dengan lingkungan baru, termasuk pentingnya mengelola bahan baku pakan domestik secara efektif.
“Demikian juga dari sisi persaingan bisnis dan kepentingan pemakaian produk pertanian yang tambah tajam, sangat diperlukan berbagai upaya semaksimal mungkin untuk dapat menghasilkan produk yang efisien, berkualitas tinggi dan murah, mencari produk alternatif, dan mengoptimalkan penggunaan bahan pakan lokal,” ujarnya.