Sekumpulan broiler dekat pipa air minum
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Sebagai salah satu industri pangan, industri perunggasan memang masih bisa bertahan di tengah pandemi COVID-19 yang melanda negeri ini sejak Maret 2020. Namun, bukan berarti tak kena imbas, banyaknya pekerja yang kehilangan pekerjaan dan pendapatan, berakibat pada daya beli terhadap daging ayam juga ikut turun cukup signifikan. Hal itu berujung pada munculnya kebijakan pengurangan produksi untuk menstabilkan harga dengan cara menyeimbangkan jumlah produksi dan kebutuhan.

Industri perunggasan termasuk kategori industri pangan yang tetap dibutuhkan oleh masyarakat dalam kondisi apapun. Apalagi di tengah pandemi seperti sekarang, masyarakat justru harus menjaga stamina dengan cara mengonsumsi makanan bergizi agar tetap sehat dan tidak mudah terserang virus.

Dalam dua bulan terakhir, harga ayam pedaging (broiler) hidup berangsur membaik dan terpantau sudah di atas harga acuan Permendag No. 07/2020 yang mematok angka Rp19.000 per kilogram. Akan tetapi, dalam kondisi pandemi yang masih berlangsung sampai sekarang, tidak mudah untuk memprediksi jumlah produksi broiler dan permintaan agar senantiasa seimbang karena erat kaitannya dengan kebijakan seperti buka tutup kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), pertumbuhan ekonomi dan sebagainya.
Kondisi perunggasan tahun 2020
Kondisi perunggasan tahun 2021 akan menjadi rangkaian dari kondisi tahun 2020 yang berlangsung dalam kondisi pandemi. Oleh sebab itu, beberapa kebijakan pemerintah menyoal perunggasan juga akan berdampak pada kondisi yang akan terjadi pada tahun 2021.
Baca Juga: Di Masa Pandemi, Telur Semakin Dibutuhkan oleh Tubuh
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Nasrullah, mengatakan bahwa dari aspek supply, prognosa awal menyebutkan potensi produksi daging ayam tahun 2020 sebanyak 3.484.216 ton atau setara livebird sebanyak 2.970.346.121 ekor. Dengan mengacu konsumsi pada kondisi normal sebesar 12,79 kg/kapita/tahun, maka kebutuhan daging ayam tahun 2020 sebanyak 3.442.558 ton atau setara livebird sebanyak 2.934.832.055 ekor dan diproyeksi surplus daging ayam sebanyak 41.658 ton atau 1,21%.
Berdasarkan data yang ia miliki, penyediaan DOC FS broiler tahun 2020 sebanyak 2.815.682.406 ekor, sedangkan penyediaan DOC FS layer tahun 2020 sebanyak 281.108.407 ekor (lihat Tabel 1).
Tabel 1. Produksi DOC FS broiler dan populasi FS layer produktif tahun 2020
Bulan
Produksi DOC FS Broiler Tahun 2020 (Ekor)
Populasi FS Layer Produktif Tahun 2020 (Ekor)
Januari
                263.430.738
                         271.724.598
Februari
                244.497.259
                         283.464.026
Maret
                231.851.556
                         277.492.373
April
                260.337.426
                         298.766.694
Mei
                214.915.295
                         300.024.985
Juni
                183.979.259
                         282.981.559
Juli
                246.056.588
                         280.884.910
Agustus
                258.908.320
                         279.483.086
September
                252.626.425
                         278.709.891
Oktober
                225.334.034
                         276.134.194
November
                214.195.585
                         273.986.960
Desember
                219.549.920
                         269.647.606
Total
             2.815.682.406
                         281.108.407
Sumber : Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (2020)
Nasrullah berujar, tahun 2020 terjadi ketidakstabilan harga ayam hidup (livebird) karena dipengaruhi oleh beberapa hal seperti harga livebird sangat dipengaruhi oleh volume suplai di kandang dan pangkalan ayam; pasar ayam ras pedaging sebagian besar beredar dalam bentuk hidup (livebird) > 80%; pola konsumsi bersifat musiman (seasonal); serta akibat adanya COVID-19 tingkat konsumsi daging ayam terkoreksi dari 12,79 kg/kapita menjadi 10,1 kg/kapita.
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap yang telah dimuat di Majalah Poultry Indonesia Edisi Januari 2021 dengan judul “Industri Perunggasan di Tengah Pandemi”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153