POULTRYINDONESIA, Makassar – Guna melakukan berbagai aktivitas maka tubuh memerlukan pasokan energi untuk proses metabolisme. Salah satu biomolekul yang berfungsi sebagai pasokan energi bagi tubuh adalah protein. Tidak hanya sebagai sumber energi, tapi juga berbagai peranan lainnya yaitu membentuk berbagai enzim dan hormon, mendukung sistem kekebalan tubuh, membangun dan memperbaiki jaringan tubuh dan membentuk antibodi. Oleh sebab itu, memenuhi kebutuhan protein bagi tubuh merupakan hal yang krusial.
Salah satu jenis protein yang sangat pokok yakni protein hewani. Protein hewani terdiri dari sejumlah asam amino yang memiliki kadar lebih tinggi dari protein nabati. Beragam manfaat protein hewani bagi tubuh antara lain; mengontrol berat badan, meminimalisir risiko penyakit jantung, mencegah penurunan massa otot dan meningkatkan performa tubuh.
Berdasarkan penuturan Prof Ahmad Siregar selaku Ketua Persepsi Komda Sulselbar pada acara webinar melalui aplikasi zoom dengan tema “Kini Saatnya Melirik Investasi Peternakan” yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Sosial Ekonomi Peternakan, mengatakan bahwa sumber protein hewani itu merupakan zat esensial yang dibutuhkan oleh tubuh. “Sehingga pangan sumber protein hewani akan terus menerus dibutuhkan”, ungkapnya, Sabtu (27/11).
Baca juga : Langkah Sukses Melakukan Transformasi Sistem dalam Bisnis Peternakan Layer
Protein hewani adalah protein yang bersumber dari hewan dan dapat diperoleh dari sektor peternakan seperti daging ayam. Namun, saat ini kebutuhan untuk konsumsi daging per kapita belum dapat terpenuhi, sedangkan di sisi lain urgensi dari kandungan protein hewani sangatlah signifikan, maka dari itu Ahmad menambahkan bahwa perlu adanya banyak sekali investasi di bidang peternakan. “Kebutuhan daging nasional belum terpenuhi sehingga diperlukan investasi,” lanjut Ahmad Siregar.
Berfokus pada investasi di sektor peternakan perlu memperhatikan tiga aspek diantaranya yakni kecukupan pangan, potensi investor dan aksi investor. Sedangkan untuk hulu peternakan mempertimbangkan pembibitan, pakan, peralatan dan obat-obatan. Lalu, investasi peternakan fokus pada hilirisasi produk.
Peluang untuk investasi di sektor peternakan masih sangat besar. Bukan hanya disebabkan perihal urgensi protein hewani bagi tubuh namun di sisi lain krisis pangan merupakan salah satu tantangan besar bagi perekonomian bangsa. Hal tersebut disampaikan oleh Bhima Yudistira selaku Direktur Eksekutif Celios. “Krisis pangan merupakan salah satu tantangan di bidang ekonomi hal ini dikarenakan harga komoditas pangan cenderung meningkat secara global disertai cuaca ekstrem,” jelas Yudhistira.