
POULTRYINDONESIA, Bogor – Di era kemajuan teknologi, sinergi antara pendidikan tinggi dan industri merupakan sebuah hal yang penting. Untuk itu, dalam rangka menghadirkan suasana industri di pendidikan tinggi, menyongsong kampus merdeka belajar serta peningkatan kemitraan dan penyelarasan dunia usaha dan industri, Sekolah Vokasi IPB University bekerja sama dengan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk meluncurkan program pelatihan Entrepreneurship Teaching Center (ETC) bersertifikat Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) di Bogor, Jumat (18/12).
Dekan Sekolah Vokasi, IPB University, Dr. Ir. Arief Daryanto, M.Ec mengungkapkan bahwa program pelatihan yang bersertifikat DUDI ini merupakan suatu hal yang sangat penting bagi pendidikan sekolah vokasi.
Program semacam ini akan meningkatkan kualitas SDM sekolah vokasi yang siap kerja dan mempunyai kompetensi yang baik dalam hard skill dan soft skill serta pengetahuan industri spesifik.
“Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan dari segala pihak. Semoga pendekatan segitiga antara dunia bisnis, pendidikan dan pemerintahan dapat saling mendukung, saling membesarkan dan menghasilkan SDM yang unggul,” ujarnya.
Kerja sama antara IPB dan CPI telah terjalin sangat lama. Dalam kerja sama program ETC bersertifikat DUDI ini terdapat berbagai macam pelatihan terstruktur yang berisikan modul-modul pembelajaran kewirausahaan, maupun pengembangan ide kesempatan usaha dalam industri perunggasan (poultry).
Tak hanya itu, ada juga praktik pengelolaan unit usaha (toko), integrasi dan kolaborasi berbagai disiplin skill untuk menunjang unit usaha seperti desain komunikasi visual, digital marketing, serta new product development dengan dihitung pada konversi SKS. Program tersebut tidak hanya ditawarkan bagi mahasiswa IPB tetapi juga dapat diikuti oleh mahasiswa di luar IPB.
Rektor IPB University, Prof. Dr. Arif Satria, SP, M.Si menyampaikan bahwa pendidikan vokasi IPB diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang menguasai kemampuan bidang usaha tertentu yang diharapkan dapat langsung diserap sebagai tenaga kerja dalam industri, dunia usaha, dan dunia kerja (IDUKA).
Menurutnya, pendidikan vokasi dan IDUKA harus saling berkolaborasi. Link and match bukan hanya sekedar kerja sama secara seremonial, namun perlu adanya komunikasi dan interaksi yang intensif antara dunia pendidikan dan IDUKA.
“Program pelatihan ETC bersertifikat DUDI merupakan program yang sangat bagus dengan menghadirkan dunia industri dalam kampus, dan program ini dapat mendorong implementasi kampus merdeka belajar,” ungkapnya.
Baca Juga: Gubernur Jatim Apresiasi Langkah CPI dan UB Ciptakan SDM Unggul
Ungkapan senada disampaikan oleh Dirjen Pendidikan Vokasi, Kemendikbud RI, Wikan Sakarinto S.T., M.Sc., Ph.D bahwa filosofi link and match yang hanya sekedar kerja sama dan penandatangan MOU harus segera diubah.
Link and Match harus mempunyai paket lengkap dengan tujuan menghasilkan lulusan yang kompeten dan unggul sesuai kebutuhan industri. Peningkatan sinergitas industri dunia kerja dengan pendidikan vokasi penting untuk dilakukan, karena SDM yang akan memajukan Indonesia dan menjadi negara yang bermartabat dan berdaulat.
“Untuk itu, marilah seluruh mitra industri segera berkolaborasi dengan pendidikan vokasi dan akademik serta mewujudkan filosofi link and match yang sesungguhnya,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, Ferdiansyah Gunawan Tjoe, B.Com menjelaskan bahwa pendidikan vokasi dan dunia industri merupakan dua komponen yang tidak dapat dipisahkan.
Selama ini CPI berupaya berpartisipasi secara aktif dalam dunia pendidikan, termasuk di dalamnya pendidikan vokasi melalui berbagai programnya. Salah satu program terbaru untuk mendukung dunia pendidikan adalah program pelatihan ETC yang lahir atas kebutuhan SDM yang unggul agar dapat terserap oleh dunia industri.









