POULTRYINDONESIA, Surakarta – Musyawarah Nasional ISMAPETI merupakan agenda nasional untuk membahas keorganisasian internal ISMAPETI yang diselenggarakan setiap tahunnya. Tahun ini, Universitas Sebelas Maret menjadi tuan rumah acara dengan mengangkat tema “Sinergi Peternakan sebagai Langkah Nyata Menciptakan Kedaulatan Pangan di Indonesia”. MUNAS ISMAPETI ke-XVIII memiliki rangkaian acara yang cukup panjang, yakni Opening Ceremony, Grand Opening, Seminar Nasional, Musyawarah Nasional, Aksi Gizi dan Field Trip untuk mengunjungi beberapa tempat pariwisata di Surakarta. Seluruh rangkaian acara rencananya dilaksanakan selama 6 hari mulai Selasa (29/11) – Minggu (4/11) 2022.
Grand Opening dan Seminar Nasional merupakan acara di hari kedua dalam rangkaian Musyawarah Nasional ISMAPETI ke-XVIII. Acara ini dilaksanakan pada tanggal 30 November 2022 pukul 08.00 bertempat di Aula Gedung F FKIP UNS yang menghadirkan Direktorat Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Jawa Tengah, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Surakarta, serta asosiasi peternakan seperti Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas Indonesia, Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Jawa Tengah.
Baca Juga: C Our Future – CSR Program Ceva Indonesia Diselenggarakan di 4 Kota
Acara dibuka oleh Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan dengan pemukulan gong sebanyak 3 kali dilanjutkan dengan pembukaan seminar nasional dengan tema “Kondisi Penyediaan, Peredaran, dan Pengawasan Ayam Ras di Indonesia” oleh moderator. Pembicara pertama yaitu Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas dan pembicara kedua yaitu Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Jawa Tengah. Seminar Nasional ini terbuka untuk mahasiswa umum, akademisi, peternak rakyat, dan masyarakat umum.
Seminar Nasional ini berbentuk Talkshow yang bertujuan untuk memfokuskan untuk diskusi 2 arah antara pembicara dan peserta seminar. Harapan diadakannya Seminar Nasional dengan tema “Kondisi Penyediaan, Peredaran, dan Pengawasan Ayam Ras di Indonesia” masyarakat umum menemukan jawaban dari persoalan-persoalan di perunggasan Indonesia.