Ayam dan telur mempunyai gizi yang sangat tinggi, baik makro maupun mikro nutrien, baik untuk tumbuh kembang anak-anak hingga lansia.
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Ayam dan telur merupakan bahan pangan sumber protein hewani yang bergizi dan terjangkau baik dari segi ketersediaan maupun harganya. Kendati demikian, konsumsi per kapita masyarakat Indonesia masih tergolong rendah dan tertinggal dari negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand.
Melihat fenomena tersebut Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar Indonesia) bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jawa Barat (Jabar) dan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Jabar menggelar seminar virtual dengan tema “Gizi Ayam dan Telur untuk Meningkatkan Imunitas dan Kesehatan” melalui Zoom, Selasa (25/5).
Ricky Bangsaratoe, Ketua Bidang Usaha dan Promosi Pinsar Indonesia menyampaikan bahwa kegiatan webinar ini merupakan rangkaian dari edukasi protein ayam dan telur yang sudah dimulai dari bulan Maret hingga Juli 2021.
Adapun acara yang dilaksanakan adalah talk show, webinar, lomba kreasi tiktok, serta pemberian paket sumbangan daging ayam dan telur yang diberikan kepada daerah rawan stunting di Bandung Raya.
“Kegiatan ini akan terus berlanjut hingga bulan Oktober 2021, yang bertepatan dengan Hari Ayam dan Telur Nasional (HATN). Harapannya semakin banyak masyarakat Indonesia yang menyadari manfaat gizi ayam dan telur sebagai sumber protein hewani yang berkualitas dengan harga terjangkau,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Atalia Praratya Kamil selaku Ketua Tim Penggerak PKK Jabar, sedikit menyayangkan rendahnya tingkat konsumsi ayam dan telur masyarakat Indonesia yang masih kalah dengan negara tetangga seperti Malaysia.
Dirinya melanjutkan meskipun Jabar menjadi salah satu daerah terbesar penghasil ayam nasional, namun untuk tingkat konsumsi protein hewani masyarakatnya masih berada di bawah standar kecukupan gizi.
“Tingkat konsumsi daging ayam masyarakat Jabar baru di angka 8,14 kilogram per kapita per tahun, sedangkan untuk telur masih diangka 7,85 kilogram per kapita per tahun atau 126 butir per tahun . Yang lebih ironis, berdasarkan data menunjukkan bahwa tingkat pengeluaran rokok masyarakat per bulan lebih tinggi daripada pengeluaran untuk membeli daging ayam dan telur,” kata istri Gubernur Jabar Ridwan Kamil ini.
Baca Juga: Gopan Sosialisasikan Gerakan Makan Ayam dan Telur Sejak Dini
Dalam kesempatan itu, dirinya berharap dan mengimbau kepada seluruh penggerak PKK Jabar untuk turut menyebarluaskan pentingnya makan daging ayam dan telur agar gizi protein masyarakat dapat terpenuhi dan angka konsumsinya juga meningkat.
Sementara itu, Ir. Jafar Ismail, MM, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan, Provinsi Jabar menegaskan bahwa dalam pembangunan nasional, pangan mempunyai posisi yang penting dan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia. Dari berbagai bahan pangan yang ada, daging ayam dan telur merupakan sumber bahan pangan protein hewani yang bergizi tinggi dengan harga yang terjangkau.
“Dalam 100 gram daging ayam terdapat 20,2 protein dan setiap 53 gram telur terdapat 6 gram protein. Selain itu protein hewani mempunyai 11 asam amino esensial yang sangat diperlukan tubuh. Untuk meningkatkan produktivitas sektor perunggasan di Jabar, pemerintah telah melakukan pengklusteran ternak ayam ras petelur di Jabar, penyerahan bantuan bibit DOC ayam Sentul, sertifikasi nomor kontrol veteriner (NKV) dan program petani milenial Jabar,” ungkapnya.
Masih dalam acara yang sama, drh Rakhmat Nuriyanto, MBA selaku Ketua Bidang Kesmavet Pinsar Indonesia, menyampaikan bahwa masih banyak fenomena kesalahpahaman di masyarakat terkait ayam dan telur yang kita jumpai. Selain itu, banyak juga postingan di media sosial yang memberikan penjelasan yang salah terkait produk perunggasan ini.
“Hal ini merupakan salah satu faktor kurangnya tingkat konsumsi masyarakat akan daging ayam dan telur. Dengan produksi yang sudah cukup di Indonesia, maka kita harus meningkatkan tingkat konsumsi masyarakat. Jangan sampai seperti peribahasa, ‘tikus mati dalam lumbung padi’. Untuk itu, perlu terus adanya edukasi gizi terkhusus pada produk perunggasan ini,” tegas Rakhmat.
Dari latar belakang medis, dr. Triza Arif Santosa SpA, selaku Praktisi Kesehatan Anak juga sepakat dengan pentingnya mengonsumsi ayam dan telur. Dalam materinya Triza memaparkan terkait manfaat gizi ayam dan telur dalam meningkatkan imunitas dan kesehatan tubuh.
“Salah satu protein hewani yang terjangkau adalah ayam dan telur. Bahan pangan ini mempunyai gizi yang sangat tinggi, baik makro maupun mikro nutrien, baik untuk tumbuh kembang anak-anak hingga lansia. Terlebih ketika pandemi ini kita membutuhkan makanan yang mengandung gizi baik,” ujar Triza.