Saluran pencernaan merupakan rumah dari berbagai macam bakteri yang sifatnya dapat membantu ternak untuk mencerna pakan, maupun bakteri patogen yang mampu menyebabkan berbagai macam penyakit. Mengingat pentingnya kesehatan saluran pencernaan tersebut, maka PT BEC Feed Solutions Indonesia bekerjasama dengan Jefo Nutrition, menggelar seminar daring melalui Aplikasi Zoom Selasa, (22/3) dengan tema “How We Can Manage This In
Challenging Times”.
Menurut National Sales Manager PT BEC Feed Solutions Indonesia, Anjas Morodiono mengatakan bahwa pada kesempatan kali ini pihaknya mengaku senang walaupun webinar terselenggara secara daring. Ia juga menambahkan bahwa pihaknya ingin memberikan sebuah solusi bagi para peternak untuk dapat membantu kesehatan saluran cerna dari unggas.
“Mudah-mudahan dalam acara seminar kali ini bisa memberikan manfaat bagi kita semua, sekaligus memberikan dampak yang positif terhadap sektor peternakan di Indonesia,” jelas Anjas. Selanjutnya menurut, Presiden Direktur PT BEC Feed Solutions Indonesia, Jason Hatchett mengungkapkan rasa bahagianya terhadap penyelenggaraan acara tersebut.
Meskipun digelar secara daring, namun Jason mengaku tetap mengapresiasi semangat para peserta yang sudah hadir dalam acara webinar. “Pada hari ini kita semua akan mendengarkan materi dari rangkaian acara seminar daring dengan tema yang menarik, dan dibawakan oleh pembicara yang ahli di bidangnya. Selain itu hari ini juga akan kita saksikan bersama-sama launching produk terbaru kami yaitu asam organik dan esensial oil milik Jefo,” papar Jason.
Selanjutnya menurut Didi Widjaja selaku National Sales Manager Jefo, ia menyoroti tentang bagaimana situasi di berbagai belahan dunia yang sedang kurang kondusif. Dampaknya adalah meningkatnya berbagai harga jual produk di setiap mata rantai komoditas peternakan. “Jika kita semua melihat kondisi harga jual produk peternakan di Indonesia, mayoritas sedang mengalami kenaikan. Dari mulai harga bahan baku yang naik, obat-obatan juga naik, sehingga kita semua dituntut untuk dapat menghasilkan sebuah produk yang efektif dan efisien,” ujar Didi.
Maka dari itu, untuk membantu para peternak menghasilkan produk berupa karkas yang berkualitas, Jefo ingin mempersembahkan sebuah produk yaitu asam organik dan esensial oil yang dapat membantu produktivitas peternak. Didukung dengan teknologi mutakhir dan setelah melalui berbagai tahapan riset dan pengembangan, asam organik dan esensial oil milik Jefo akhirnya dipercaya dan digunakan oleh pelaku usaha peternakan di berbagai penjuru dunia. “Walaupun sudah banyak produk yang serupa di pasar, akan tetapi produk dari Jefo didukung oleh sebuah teknologi yang dipatenkan yaitu Jefo Matrix Technology. Teknologi ini didesain secara khusus untuk menyesuaikan waktu transit di unggas,” ungkap Didi.
Masih dalam acara yang sama, berdasarkan pemaparan materi yang pertama dibawakan oleh Tony Unandar selaku Private Poultry Consultant, dalam menjaga kesehatan usus maka harus
memerhatikan aspek mikroflora usus. Dimana di dalamnya terjadi interaksi antara 3 pihak yaitu host, agen, dan lingkungan.
“Mikroflora usus baik yang patogen, dan non patogen akan terus menerus berinteraksi satu sama lain. Ketika misalkan peternak ingin meningkatkan efisiensi dengan memadatkan populasi ayam,
maka keseimbangan interaksi antara host, agen, dan lingkungan tersebut akan terganggu. Maka dari itu, Seorang praktisi di lapangan, tidak boleh terlalu gegabah dalam melakukan diagnosa, perlu adanya analisa data secara menyeluruh dalam melakukan tindakan di lapangan,” ujar Tony.
Dalam sistem saluran pencernaan, organ yang bertanggungjawab untuk penyerapan pakan adalah usus.
Tony berpendapat ketika mikroba dalam usus terganggu keseimbangannya, maka akan berpotensi untuk mengganggu keseimbangan metabolisme tubuh secara umum. “Kondisi mikroba dalam usus erat kaitannya dengan otak dan memengaruhi berbagai sistem. Ketika terjadi kekacauan mirkoba dalam usus, maka akan terjadi kekacauan metabolisme tubuh secara umum. Ketika terjadi kekacauan mikroba maka akan terjadi berbagai kasus infeksius patogen lainnya di lapangan. Maka harus dicermati lebih lanjut, apakah kasus yang terjadi di lapangan termasuk disbakteriosis atau tidak,” jelas Tony. Masih menurut Tony, ketika terjadi kasus disbakteriosis di lapangan, memang umumnya disebabkan oleh koksidiosis.
Gangguan keseimbangan bakteri di dalam usus memudahkan koksi untuk menyerang karena biasanya unggas yang terserang gangguan keseimbangan bakteri terjadi kerusakan dinding usus.
“Gangguan keseimbangan usus mempermudah koksi untuk menyerang unggas karena biasanya kualitas dinding usus sudah tidak prima. Hal ini juga seringkali diperparah oleh cekaman
panas (heat stress) akibat manajemen kandang yang kurang tepat,” papar Tony.
Masih dalam acara yang sama, pada sesi pemaparan yang dilanjutkan oleh David Marks selaku Intensive Livestock Consultant, ia menggambarkan tentang bagaimana pentingnya
peranan saluran cerna ayam terhadap keseluruhan siklus hidup dari unggas. “Saluran cerna ayam hanya sebesar 5% dari bobot badan tetapi membutuhkan 17-30% oksigen yang dihirup oleh
ayam, dan menggunakan 20-40% sintesa protein di dalam usus,” ujar David.
David juga menegaskan tentang mengapa para peternak harus menjaga saluran cerna unggas dengan baik. Menurutnya, kunci keberhasilan dari sebuah kegiatan budi daya adalah ketika
saluran cerna terutama usus dapat berfungsi dengan optimal dalam menyerap pakan yang diberikan menjadi daging dan telur. “Saluran cerna adalah sebuah sistem di ayam, yang secara fisik dan kimiawi dapat mengubah pakan menjadi nutrisi yang berguna untuk produksi daging dan
telur. Oleh sebab itu secara langsung, kesuksesan dari bisnis peternakan sangat bergantung pada kesehatan dan integritas saluran cerna,” kata David.
Saat ini terlebih setelah penggunaan Antibiotic Growth Promotor (AGP) untuk pakan dilarang di berbagai negara, dibutuhkan imbuhan pakan alternatif yang dapat menggantikan fungsi AGP  dalam pakan. Hal tersebut disampaikan oleh Derek Detzler selaku Jefo Global Technical Manager Poultry, dari pengalaman yang ia miliki selama mengelola perusahaan peternakan keluarganya, antibiotik masih dibutuhkan untuk keberhasilan budi daya dalam kasus tertentu.
Dalam meningkatkan efikasi dari antibiotik, perlu adanya upaya pembatasan penggunaan, yaitu penggunaan antibiotik yang tepat guna sesuai dengan indikasi penyakit tertentu. “Kami mulai
mengurangi AGP karena adanya isu resistensi, bukan karena untuk mendapatkan produk Antibiotic Free atau sertifikasi bebas antibiotik. Kami juga ingin memastikan bisnis dalam jangka
panjang, oleh karena itu kami mulai mencari alternatif yang dapat menyediakan keuntungan jika digunakan dalam menggantikan AGP,” ujar Derek.
Untuk menjaga efikasi dari antibiotik, Derek mengaku memiliki beberapa strategi khusus karena memang antibiotik masih sangat dibutuhkan untuk kasus spesifik. “Strategi kami diantaranya
mengurangi AGP di fase tertentu, dan menjaga performa sedemikian rupa agar hasilnya tidak jauh berbeda dengan menggunakan AGP. Ternyata dengan usaha yang kami terapkan, kami mampu menurunkan sekitar 60% penggunaan antibiotik. Kami percaya jika mengurangi AGP dapat memperpanjang efektivitas dari antibiotik itu sendiri,” jelas Derek.
Saluran cerna yang sehat mampu meningkatkan potensi nilai ekonomi yang akan didapat dari peternak. Maka dari itu penggunaan asam organik dan esensial oil milik Jefo, dapat membantu menjaga saluran cerna terutama usus dalam memperbaiki FCR ternak.