POULTRYINDONESIA, Jakarta – China Trade Fair Indonesia 2025 ke-10 resmi dibuka bersamaan dengan sepuluh pameran lain termasuk di dalamnya adalah Jakarta Pet Expo 2025. Rangkaian pameran internasional ini diselenggarakan di JIEXPO Kemayoran, Jakarta dan berlangsung selama empat hari pada 26-29 November 2025.
Pameran ini diikuti ratusan perusahaan Tiongkok dari berbagai sektor yang memamerkan lebih dari 300 produk dan diproyeksikan akan dihadiri 50,000+ pengunjung. Selain ajang memamerkan produk, pameran ini juga memberikan kesempatan pengunjung untuk menghadiri berbagai forum seperti Poultry & Livestock Innovation Forum.
Selalu pihak penyelenggara, Country Manager PT Meorient Exhibition International, Larissa Zhou, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya acara tersebut. Ia menegaskan bahwa pameran ini bukan sekadar ajang pertunjukan produk, tetapi juga peluang untuk memperkuat pasar Indonesia.
“Terima kasih atas kepercayaannya. Kami menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang membuat acara ini bisa berkembang dan sukses,” ujar Larissa membuka Opening Ceremony pada Rabu, (26/11).
Selain memamerkan produk, Larissa menambahkan bahwa kategori Pet & Poultry products dihadirkan secara khusus karena permintaan sektor di Indonesia terus tumbuh pesat.
“Bukan hanya pameran, tetapi upaya untuk mengembangkan pasar. Ini kesempatan yang baik bagi perusahaan, semoga dapat dimanfaatkan dengan optimal. Selamat datang dan terima kasih atas dukungannya”.
Selanjutnya, Fahri Hamzah selaku Wakil Menteri Perumahan yang turut hadir, menegaskan bahwa pemerintah Indonesia tengah membuka peluang bisnis seluas-luasnya, terutama dalam menyambut program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menargetkan pemenuhan gizi anak sekolah dan ibu hamil. Menurutnya, Indonesia perlu belajar dari keberhasilan Tiongkok dalam membangun industri skala besar.
“Yang kita contoh dari China itu scale. Kita dan China merdeka di tahun yang sama, tapi pendapatan per kapita mereka tiga kali lipat lebih besar,” ujar Fahri.
Pemerintah, kata Fahri, membuka ruang kolaborasi industri untuk mendukung peningkatan kapasitas produksi nasional.
“China punya kemampuan mass production, perbedaannya empat sampai lima kali populasi kita. Kita harus mencontoh agar bisa sama-sama menjadi bangsa yang besar.”
Masih dalam kesempatan yang sama, Chen Wu selaku Perwakilan Kedutaan Besar Tiongkok untuk Indonesia menyebut penyelenggaraan pameran ini sebagai simbol semakin kuatnya hubungan bilateral antara kedua negara, terutama di bidang perdagangan.
“Merupakan kehormatan bagi saya hadir pada China Trade Fair Indonesia 2025 yang ke-10. Saya mewakili Bagian Kebudayaan Kedutaan Besar Tiongkok di Indonesia, menyampaikan selamat atas terselenggaranya pameran ini dengan baik,” ujar Chen Wu.
Ia juga mengapresiasi partisipasi perusahaan Tiongkok dalam pameran ini, yang menurutnya menjadi bukti komitmen untuk memperkuat hubungan ekonomi kedua negara.
“Kami berterima kasih kepada lembaga di Indonesia, asosiasi, pemerintah, pengunjung pameran serta penyelenggara Meorient Exhibition International atas dukungan yang diberikan.”
IISVC 2025 Resmi Dibuka, Hadirkan Pakar Veteriner Internasional
Pada hari yang sama, diselenggarakan Indonesia International Scientific Veterinary Conference (IISVC) 2025, yang dibuka dengan doa bersama dan sambutan resmi dari para pimpinan organisasi profesi dan pemerintah. Konferensi yang berlangsung dua hari ini menghadirkan pakar veteriner dari Indonesia, Korea Selatan, dan Thailand, dengan agenda pembahasan mengenai diagnostik, bedah ortopedi, patellar luxation, hingga inovasi teknologi klinis.
General Manager PT Somolas Exhibition Services, Muhammad Iqbal Sofwan, menyampaikan harapan agar konferensi ini dapat memperkuat transfer teknologi serta membuka akses lebih luas terhadap inovasi peralatan dan layanan kesehatan hewan.
“Kami berharap transfer teknologi dapat terjadi melalui konferensi ini, sehingga para praktisi dapat menemukan solusi dan produk terbaru untuk dunia kesehatan hewan di Indonesia,” ujarnya.
Ketua Umum PB PDHI, Dr. drh. Muhammad Munawaroh, M.M., menyatakan bahwa IISVC menjadi sarana penting bagi dokter hewan untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas layanan.
“Semoga peningkatan kompetensi ini memberikan manfaat dan meningkatkan kualitas pelayanan terhadap pemilik hewan,” ujarnya.
Industri Pet Tumbuh Cepat, Butuh Integrasi Sistem Kesehatan Hewan
Direktur Kesehatan Hewan, drh. Hendra Wibawa, M.Si., Ph.D, secara resmi membuka IISVC 2025 dan menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat daya saing veteriner nasional.
Menurutnya, pertumbuhan industri hewan kesayangan di Indonesia berkembang sangat cepat dan membuka peluang bisnis besar mulai dari pet food, klinik hewan, hingga pet care. Namun demikian, peningkatan layanan harus diimbangi dengan sistem kesehatan hewan yang kuat, terutama terkait risiko zoonosis dan resistensi antimikroba.
“Pendekatan One Health sangat penting untuk mencegah penyakit dari hewan ke manusia. Penguatan kebijakan, kompetensi tenaga veteriner, dan standar layanan harus dilakukan berbasis kolaborasi sektor kesehatan hewan, manusia, dan lingkungan,” tegasnya.
Konferensi kemudian dilanjutkan dengan sesi ilmiah pertama yang diisi oleh para pembicara internasional, diakhiri penyerahan plakat penghargaan kepada para narasumber.
Penyelenggaraan Jakarta Pet Expo 2025 beserta IISVC 2025 menjadi momentum penting bagi industri kesehatan hewan Indonesia dalam memperkuat jejaring, meningkatkan pengetahuan praktis dan akademis, serta membuka peluang investasi dan transfer teknologi.
Acara ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem industri pet dan veteriner, serta mendukung pemerintah dalam menciptakan layanan kesehatan hewan yang berkualitas dan berdaya saing global.