POULTRYINDONESIA, Bogor — PT Ekotalis Teknologi Indonesia, berkolaborasi dengan AND Biopharma (Belanda) dan University of Naples Federico II (Italia), menggelar seminar internasional ke-2 untuk membahas terkait konsep One-Health dengan tema “One-Health: New Roads Towards One Health in Indonesia and the Region through the NoSelf Mechanism” di Bogor, Kamis, (22/9).
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Bungaran Saragih, MSc, selaku perwakilan dari Ekotalis Teknologi Indonesia, menyampaikan bahwa tahun 2019 lalu, pihaknya sudah membahas mengenai konsep One-Health. Beberapa bulan kemudian, terjadi pandemi yang menggoncang dunia.
“Namun, pada tahun 2019 juga, Presiden RI, Jokowi, membentuk Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) untuk menunjang riset dan inovasi yang ada, sehingga ini merupakan waktu yang tepat untuk BRIN muncul,” terangnya.
Dalam pidatonya, Saragih tak lupa menyampaikan apresiasinya kepada Ekotalis Teknologi Indonesia, AND Biopharma BV, dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Dirinya juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pembicara dan berharap seminar kali ini bermanfaat bagi kehidupan kedepannya.
Sementara itu, Peter Jens, selaku CEOAND Biopharma BV, yang hadir secara virtual, memaparkan materinya mengenai aplikasi dan paradigma baru mengenai konsep One-Health.
“Sangat menyenangkan ketika para peneliti membuang paradigma lama ketika ada hasil riset baru, seperti mekanisme NoSelf ini. Ada beberapa cara baru dalam melihat sesuatu, salah satunya adalah kita hanya bisa berhasil bersama jika seluruh riset saling terhubung,” terangnya.
Baca Juga: Sarasehan Perunggasan Nasional : Peternak Harus Berkoperasi dan Berkolaborasi
Jens mengatakan bahwa teknologi Noself sudah diuji di Indonesia dan mengapresiasi Indonesia karena mampu mendobrak batasan-batasan untuk pengaplikasian konsep ini.
Masih dalam kesempatan yang sama, Prof. Dr. NLP Indi Dharmayanti, M.Si, sebagai Head of BRIN Health Organization, memberikan laporannya mengenai riset dan inovasi yang berfokus pada mitigasi emerging disease saat ini dan kedepannya. Indi mengatakan bahwa emerging dan re-emerging diseases terus mengancam kesehatan masyarakat di seluruh dunia.
Menurutnya, emerging infectious diseases (EIDs) and re-emerging infectious diseases (REIDs) bertanggung jawab atas sebagian besar wabah penyakit menular yang telah menjangkiti umat manusia selama berabad-abad. “One-Health (OH) merupakan pendekatan kolaboratif, multisektoral, terkoordinasi, dan transdisipliner, yang dapat dilakukan di tingkat lokal, regional, nasional, dan global, guna mencapai hasil kesehatan yang optimal dengan mengenali interkoneksi antara manusia, hewan, tumbuhan, dan lingkungan,” tuturnya.
Kemudian, Prof. Stefano Mazzoleni dari University of Naples Federico II, Italia, memaparkan materinya mengenai prospek Teknologi Noself untuk memberantas hama dan penyakit. Mazzoleni dan timnya telah melakukan beberapa terobosan dalam beberapa tahun terakhir, salah satunya mekanisme NoSelf, yang berlaku untuk semua sektor, sehingga menciptakan pengaplikasian konsep One-Health yang sempurna.
Konsep NoSelf lebih baik dari Self karena setiap spesies dihambat oleh DNA dirinya sendiri ketika ini hadir dalam substrat pertumbuhan atau makanan. Oleh karena itu, sebaliknya, DNA non-self bermanfaat bagi kesehatan. Konsep ini merupakan skenarip revolusioner untuk biokontrol spesies berbahaya, seperti patogen, parasit, gulma, dan hama apa pun, karena dapat dikendalikan oleh DNA-nya sendiri atau self-DNA, dan digunakan sebagai produk penghambatan spesifik yang alami.
“DNA merupakan molekul yang sangat resistant terhadap proses dekomposisi apapun. Teknologi NoSelf memanfaatkan fragmen DNA patogen untuk memerangi patogen itu sendiri dan ini berlaku untuk tanaman, ternak, hingga manusia,” jelasnya.
Dirinya optimis dengan pengembangan produk NoSelf DNA pada industri peternakan hewan karena makanan yang terintegrasi dengan produk biostimulan yang ditambahkan dengan self-DNA dari patogen target dapat meningkatkan kesehatan serta meningkatkan respons imun dan ketahanan terhadap penyakit.
Sementara itu, Marcello Diano, perwakilan dari M2M Engineering, Itali, sekaligus salah satu anggota tim penasihat NoSelf, memaparkan materinya mengenai pengembangan produk dari Teknologi NoSelf menggunakan mikroalga. “Mikroalga adalah pembawa alami DNA heterospesifik dan dapat diaplikasikan dengan penggunaan ganda, sebagai biostimulan untuk tanaman dan juga target inhibitor spesifik terhadap patogen,” jelasnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan dari Dr. Joko Pamungkas, selaku Vice Coordinator dari Indonesia One Health University Network (INDOHUN), mengenai refleksi konsep One-Health dalam penyakit menular pada hewan dan manusia atau zoonosis.
Emerging infectious diseases (EIDs) yang terus-menerus menjadi tantangan dalam dunia kesehatan biasanya berasal dari hewan dan 60 persennya dari satwa liar. Disinilah peran pendekatan One-Health menjadi penting,” terangnya.
Terdapat lebih dari 1.1000 virus pada satwa liar, hewan ternak, serta manusia, dan lebih dari 900 diantaranya merupakan virus baru atau novel. Meningkatkan pengawasan One-Health secara besar-besaran di seluruh sektor, yakni satwa liar, ternak, dan manusia, menjadi sebuah keniscayaan.
“Risiko ini bisa ditekan jika kita mengerti konsep One Health dan manfaatnya dalam disease control,” pungkasnya.