Aif Arifin Shidik (kanan) dan Gatot Kunta Kumara (kiri) seusai penandatanganan nota kesepahaman antara ASPM dengan Yayasan Daarut Tauhid
POULTRYINDONESIA, Bandung – Semangat ekonomi berbagi melatarbelakangi PT ASputra Perkasa Makmur (ASPM) melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Yayasan Daarut Tauhid milik ulama kondang, KH. Abdullah Gymnastiar atau yang dikenal dengan sebutan Aa Gym.
Acara dilaksanakan di halaman kandang Closed House PP Daarut Tauhid yang berlokasi di Jl. Kampung Ciwangun Indah Camp, Cihanjuang Rahayu, Kecamatan Parompong, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (21/4).
Aif Arifin Sidhik selaku CEO ASPM menjelaskan ASPM berkolaborasi, menggagas, dan mendorong suatu terobosan baru dalam konsep kemitraan broiler yang modern dan didasari oleh semangat pemberdayaan masyarakat.
Permodalan merupakan komponen yang besar dalam suatu usaha peternakan broiler, untuk itu melalui merek produk “Paranje”, pihaknya ingin memberikan kemudahan kepada masyarakat yang ingin memulai usaha budi daya broiler.
“Paranje sendiri berasal dari bahasa sunda yang memiliki arti kandang. Konsep kemitraan yang diperkenalkan yaitu sistem kemitraan melalui peminjaman kandang Closed House yang disediakan oleh ASPM dengan menekankan sistem ekonomi berbagi (sharing economy) antara inti dengan plasma yang kami beri nama dengan “Paranje5000”, tambah Aif.
Aif berujar, adanya MoU ASPM dengan Yayasan Daarut Tauhid merupakan bentuk kerja sama pemberdayaan umat melalui pemanfaatan tanah wakaf yang mungkin selama ini belum produktif sehingga akan lebih bermanfaat dengan pendirian kandang untuk budi daya.
Baca Juga: Perkuat Daya Saing Melalui Kerjasama Lintas Sektor
Selain itu, tujuannya untuk menjadi wahana edukasi bagi santri PP Daarut Tauhid tentang kewirausahaan khususnya manajemen budi daya broiler.
“Hari ini serah terima kandang Closed House dua lantai berkapasitas 5.000 ekor berukuran 6×30 meter,” ujar Aif.
Sementara itu, Gatot Kunta Kumara yang merupakan Ketua Yayasan Daarut Tauhid sekaligus mewakili Aa Gym yang masih berhalangan hadir karena sedang berada di Turki, menyampaikan terima kasih kepada ASPM yang telah mengajak kerja sama dengan semangat ekonomi berbagi melalui program kemitraan paranje budi daya broiler.
Menurutnya, dengan kondisi pandemi dan ekonomi seperti sekarang rasanya akan berat jika tidak berkolaborasi. Pada saat ini kunci untuk bertahan adalah kolaborasi. Tentu, pihaknya berharap agar program bagus seperti ini bisa berkelanjutan, memberikan manfaat kepada setiap yang berinteraksi, dan yang penting adalah keberkahan.
Yayasan Daarut Tauhid sendiri saat ini memiliki amanah dari umat berupa 152 aset wakaf yang tersebar di berbagai wilayah di Jawa Barat seperti Bogor, Sukabumi, Garut, Cirebon dan lain-lain. Oleh karena itu, adanya kerja sama merupakan hal yang sangat positif dan produktif karena jika dikerjakan sendiri akan berat.
“Alhamdulillah hari ini InsyaAllah tidak hanya sebatas tanda tangan di atas kertas, tapi adanya kesepahaman, kesepakatan, dan juga media untuk berjuang mencari bekal di akhirat memberikan keberkahan kepada kita semua. Kami berharap betul, pada tahun 2025 nanti bisa mencapai 50-100 kandang,” ujarnya.