POULTRYINDONESIA, Sukabumi – Perusahaan terintegrasi PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) resmi menjalin kerjasama strategis dengan Komunitas Peternak Unggas Nasional (KPUN) bersama Institut Pertanian Bogor (IPB) melalui sistem kemitraan yang mendukung keberlanjutan usaha peternak unggas skala UMKM. Program ini bertujuan untuk memastikan keuntungan yang berkelanjutan bagi peternak, terutama saat menghadapi tantangan volatilitas harga ayam hidup yang sering terjadi akibat over supply atau penurunan permintaan pasar. 
Acara seremoni yang berlokasi di Sekolah Vokasi IPB Sukabumi Jawa Barat, Kamis, (28/11), di areal kandang ayam modern dengan kapasitas hingga 45.000 ekor berdiri di atas lahan milik IPB seluas 13 Ha. Kerjasama ini menawarkan solusi terpadu bagi peternak, mulai dari pendampingan teknis, akses terhadap pakan berkualitas dan anak ayam umur sehari dari JAPFA, hingga dukungan riset dan teknologi dari IPB. 
Melalui kerjasama ini, JAPFA berkomitmen untuk menciptakan ekosistem yang lebih stabil dan menguntungkan bagi para peternak, sekaligus meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil ternak secara berkelanjutan. Harwanto, Direktur JAPFA, menjelaskan bahwa kerjasama ini mencerminkan komitmen perusahaan untuk mendukung pertumbuhan sektor peternakan nasional, khususnya di tingkat UMKM.
“Kami memahami tantangan besar yang dihadapi para peternak dalam mengelola usaha mereka di tengah fluktuasi pasar. “Melalui program kemitraan ini, kami ingin memberikan jaminan keuntungan sekaligus mendorong efisiensi dan keberlanjutan usaha mereka,” ujar Harwanto. 
Menurut Alvino, Ketua KPUN, menyampaikan bahwa kerjasama ini tidak hanya memberikan jaminan harga maupun pasar bagi peternak, tetapi juga memberdayakan mereka melalui peningkatan pengetahuan dan teknologi.
“Kami optimis bahwa program ini akan menjadi model yang sukses untuk menghadapi tantangan industri unggas di masa depan.”. 
Menurut Anggota Ombudsman Yeka Hendra Fatika, acara ini merupakan momen yang baik untuk para peternak. Dimana dalam kerjasama ini diharapkan adanya perlindungan bagi para peternak sesuai dengan UU Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, dimana hak perlindungan pada petani tersebut termasuk juga peternak di dalamnya.
“Berdasarkan undang undang tersebut, peternak memiliki hak untuk dilindungi, sehingga dengan adanya momen ini peternak bisa terlindungi,” jelas Yeka.
Masih dalam acara yang sama, menurut Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi, menekankan kepada setiap pihak yang bergerak di bidang perunggasan harus bisa saling melengkapi. Maka dari itu Bapanas hadir untuk menjadi penengah di antara setiap pelaku usaha dari setiap kalangan.
“Kami disini menekankan bahwa setiap pelaku perunggasan harus bisa tumbuh bersama. Pelaku usaha yang besar itu harus tetap bisa tumbuh tanpa mengecilkan pelaku usaha yang kecil maupun yang besar lainnya. Begitu juga untuk pelaku usaha yang kecil, harapannya bisa tumbuh besar bersama tanpa mengecilkan pelaku usaha yang besar,” jelas Arief.
Dukungan dari Sekolah Vokasi IPB yang menyediakan tempat sebagai sarana good farming practice menjadi elemen kunci dalam kemitraan ini, menjadi tempat belajar-mengajar secara langsung bagi siswa untuk menerapkan ilmu pengetahuannya di lapangan. Menurut Dekan Sekolah Vokasi IPB University, Dr. Aceng Hidayat, M.T., menyambut baik inisiatif ini dan menekankan pentingnya kolaborasi antara komunitas peternak, perusahaan, dan institusi pendidikan.
“Kami ingin memberikan kontribusi nyata dalam membangun ekosistem peternakan unggas yang lebih kokoh, dengan memanfaatkan keunggulan akademik dan inovasi yang kami miliki,” ujar Aceng. 
Selanjutnya dalam kesempatan yang sama, menurut Solidaritas Alumni Sekolah Pemberdayaan Rakyat Indonesia (SASPRI) Nasional yang dipimpin oleh Wali Utama SASPRI Prof.Dr. Ir. Muladno, MSA yang juga Guru Besar Fakultas Peternakan IPB, berharap dengan terjalinnya kerjasama ini, JAPFA, KPUN, dan IPB berharap dapat menciptakan dampak positif yang signifikan terhadap kesejahteraan peternak UMKM, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu produsen unggas terbesar di dunia.
“Semoga dengan adanya kesempatan kali ini, kekuatan KPUN bisa ditularkan dan disebarkan ke seluruh anggota yang tersebar di seluruh Indonesia. Sehingga para peternak yang tergabung dalam komunitas bisa selaras dan memiliki bekal ilmu yang sama seluruh Indonesia,” ungkap Muladno.