POULTRYINDONESIA, Jakarta – PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) berhasil catatkan total nilai ekspor tahun 2022 sebesar Rp812 miliar rupiah atau setara dengan US$ 53 juta. Nilai tersebut berasal dari berbagai unit bisnis antara lain pakan, DOC, olahan ayam, tilapia, udang, sidat, hingga vaksin dan obat-obatan hewan ke sejumlah negara di Asia, seperti Brunei Darussalam, Myanmar, Republik Demokratik Timor Leste (RDTL), Malaysia, Singapura, Jepang, dan Taiwan, hingga  Amerika, Kanada, Belanda, Italia, serta negara-negara di kawasan Afrika dan Timur Tengah.
Corporate Affairs Director JAPFA, Rachmat Indrajaya menyampaikan bahwa melalui pencapaian ekspor ini, JAPFA mewujudkan komitmennya dalam mendukung peningkatan ekspor untuk mendorong perekonomian nasional. Secara khusus, ia juga mengatakan bahwa perusahaannya mendukung peningkatan ekspor dan percepatan laju ekspor komoditas pertanian dan perikanan untuk mewujudkan ekosistem industri yang lebih modern.
Merujuk data dari Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor non-migas pada Januari-Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar 25,80 persen atau mencapai sekitar US$ 275 miliar. Negara tujuan ekspor non-migas masih didominasi oleh Tiongkok, Jepang, dan Amerika dengan total kontribusi 44 persen. Apabila ditelisik lebih lanjut, ekspor hasil pertanian, kehutanan, dan perikanan pada tahun ini juga turut meningkat sebesar 10,52 persen.
Rachmat berharap upayanya dalam rangka mendukung pertumbuhan ekspor di Indonesia mampu berkontribusi dalam pemulihan ekonomi di masa mendatang akibat pandemi COVID-19. Ia juga menyatakan siap menjaga rantai rantai dengan standar produksi dan kualitas mutu internasional agar dapat memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat Indonesia serta mampu bersaing dengan pangsa pasar luar negeri.
Dalam prosesnya, pelaksanaan ekspor membutuhkan beberapa persyaratan standar kelayakan ekspor internasional yang harus dipenuhi, antara lain sertifikat kompartemen bebas AI (Avian Influenza), sertifikat NKV, sertifikat produk halal, dan penerapan issue management mutu ISO 2200, Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP), Food Safety System Certification (FSSC) 22000, Best Aquaculture Practice (BAP), Aquaculture Stewardship Council (ASC), The British Retail Consortium (BRC), dan Kosher Certification.
“Rangkaian produk protein hewani kami selalu terjaga kualitasnya dan telah sesuai dengan persyaratan kelayakan ekspor. Kami terus berusaha memenuhi permintaan pasar Internasional, dan akan terus membuka peluang di pasar internasional yang lebih luas,” pungkasnya.