Momen penandatanganan peresmian apartemen ayam saat Kontes Ternak dan Pangan Murah Expo 2023
POULTRYINDONESIA, Sumedang – Setelah 2 tahun sempat tertunda akibat pandemi Covid-19, Pemerintah Provinsi Jawa Barat kembali mengadakan kontes ternak di Kiarapayung, Sumedang, dari Jumat 21 hingga Sabtu 23 Juli. Acara Kontes Ternak dan Expo Pangan 2023 mengusung tema “Penyediaan Bibit Ternak Berkualitas untuk Mendukung Pemulihan Ekonomi Pasca Covid-19 dan Wabah PMK dalam Mendorong Kemandirian Pangan menuju Jabar Juara”.  Peserta Kontes Ternak dan Expo berjumlah kurang lebih 1.500 orang, terdiri dari unsur peternak, organisasi profesi, pihak swasta bidang peternakan yang bergerak pada subsistem hulu, budidaya dan hilir, lembaga keuangan dan perbankan, perguruan tinggi, lembaga penelitian, dinas peternakan atau yang membidangi fungsi peternakan di kabupaten/kota se-Jawa Barat, serta masyarakat peternakan lainnya.
Baca Juga : Shamo Expo 3 Sukses digelar di Kota Cimahi
Menurut Ridwan Kamil selaku Gubernur Jawa Barat, Jawa Barat merupakan salah satu wilayah dengan potensi produksi untuk subsektor peternakan yang cukup menjanjikan. Dimana dengan sumber daya alam yang dimiliki oleh Jawa Barat sangat mendukung untuk pengembangan peternakan. “Sampai dengan saat ini jawa barat masih  merupakan wilayah yang termasuk memiliki potensi  produksi dan populasi ternak yang tertinggi di indonesia terutama untuk ternak domba dengan kontribusi  64,18% terhadap populasi nasional,  itik 90% dan ayam ras pedaging 22,16%. Sedangkan  kebutuhan daging  sapi di Jawa Brat mencapai 198.142 ton setara dengan 924.427 ekor, sedangkan ketersediaan lokal Jawa Barat baru tercapai 12,55% atau 24.878 ton setara dengan 116.071 ekor,” ungkap Ridwan pada Sabtu, (22/7).
Selanjutnya menurut Agung Suganda, Direktur Perbibitan dan Produksi Ditjen PKH Kementan yang hadir dalam acara tersebut mengungkapkan bahwa momen kontes ternak kali ini merupakan momen yang sangat luar biasa karena Jawa Barat merupakan salah satu Provinsi yang memiliki plasma nutfah terbanyak yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pertanian. “Ada 27 plasma nutfah di Jawa Barat yang sangat luar biasa dan memiliki banyak potensi untuk dikembangkan. Kami dari pihak Kementerian Pertanian tentunya mendukung kegiatan ini termasuk kegiatan lain dalam upaya peningkatan produksi ternak di Jawa Barat,” jelas Agung Sabtu, (22/7).