Berbagai mitos seputar telur harus diluruskan oleh para pemangku kepentingan di bidang usaha perteluran, sehingga penyerapan telur di masyarakat tidak terganggu
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Walaupun memiliki sejumlah manfaat yang demikian banyak, telur ternyata dilingkupi oleh berbagai mitos atau kabar tidak benar yang beredar di masyarakat. Jika mitos ini tidak diluruskan dan tidak dijelaskan secara benar oleh para ahli gizi dan oleh para pemangku kepentingan di bidang usaha peternakan ayam petelur, dikhawatirkan masyarakat yang tidak paham justru akan menghindari konsumsi telur yang sebenarnya sangat bermanfaat bagi yang mengonsumsinya.
Di sisi lain, para produsen telur yakni para pelaku usaha peternakan ayam petelur akan dirugikan karena produksi telur ayamnya akan terganggu proses penyerapannya di masyarakat. Dalam hal ini sangat perlu dilakukan kerjasama sinergis lintas sektoral untuk menjelaskan manfaat gizi telur bagi masyarakat luas, sehingga mitos dan anggapan tidak tepat seputar telur dapat diluruskan.
Beberapa mitos tentang telur yang paling banyak beredar di masyarakat yakni telur menyebabkan alergi pada semua anak. Faktanya, tidak semua anak mengalami alergi akibat mengonsumsi telur. Memperkenalkan telur sejak dini akan dapat membantu mengurangi reaksi alergi. Kemudian, tidak boleh dimakan ibu hamil. Faktanya, telur mengandung protein berkualitas tinggi serta 11 vitamin dan mineral yang baik, untuk memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil dan tumbuh kembang janin yang dikandungnya.
Baca Juga: Mitos Keamanan Pangan Daging Ayam dan Telur
Mitos lainnya yakni tidak boleh dimakan anak oleh anak berumur kurang dari 1 tahun. Faktanya, telur mengandung zat gizi yang baik untuk pertumbuhan badan dan perkembangan otak anak. Selain itu isu kolesterol. Faktanya, makan satu butir telur setiap hari tidak akan meningkatkan kolesterol, dan tidak meningkatkan risiko penyakit jantung.
Mitos tentang telur sebagai penyebab peningkatan kolesterol di dalam tubuh seseorang sebenarnya telah dijawab tuntas dalam berbagai penelitian para ahli gizi. Dalam penelitian tersebut telah ditunjukkan bahwa makan satu butir telur setiap harinya hanya memiliki pengaruh yang sangat kecil pada kadar kolesterol darah. Oleh karena itu, daripada membatasi makan telur, upaya yang jauh lebih penting dalam upaya mengatasi berbagai masalah kesehatan seseorang yakni dengan memperhatikan pola makan sehat: mengikuti pola gizi dan hidup yang seimbang. *Koordinator Badan Pengembangan Peternakan Indonesia (BPPI)
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap yang telah dimuat di Majalah Poultry Indonesia Edisi April 2021 dengan judul “Telur dan Peran Penting dalam Perbaikan Gizi Masyarakat”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153