POULTRYINDONESIA, Bogor – Dalam rangkaian Musyawarah Nasional (Munas), Garda Organisasi Peternakan Ayam Nasional (GOPAN) menggelar aksi sosial bertajuk GOPAN Berbagi. Acara ini menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antara peternak dan masyarakat sekaligus bentuk kepedulian di tengah tantangan berat yang dihadapi industri perunggasan nasional dalam beberapa waktu ke belakang.
Ketua Harian GOPAN, Setya Winarno, menjelaskan bahwa Munas kali ini merupakan pertemuan nasional kelima organisasi tersebut, dan akan menjadi momentum penting bagi konsolidasi serta evaluasi organisasi.
“Dalam rangkaian Munas, kami juga menyelenggarakan GOPAN Berbagi di tengah kondisi perunggasan nasional yang selama lima tahun ke belakang tidak baik-baik saja. Dimana banyak anggota kami yang mengalami penurunan drastis dalam usahanya. Namun demikian, kami tetap ingin berbagi kepada masyarakat. Mudah-mudahan hal ini mendatangkan keberkahan,” ujar Setya di sela kegiatan GOPAN Berbagi di Kota Bogor, Jumat (1/8).
Aksi GOPAN Berbagi dilaksanakan di kawasan Jalan Menteng, Kelurahan Mawar Merdeka, Kota Bogor, dengan membagikan lebih dari 300 ekor ayam kepada masyarakat sekitar. Dengan kegiatan ini, dirinya berharap, semoga masyarakat bisa semakin giat mengonsumsi ayam. Karena tak dipungkiri, konsumsi ayam di sebagian masyarakat masih tergolong rendah. “Jangka panjangnya, tentu kami berharap ini bisa mendorong peningkatan konsumsi protein hewani dan menggerakkan roda ekonomi,” tambah Setya.
Selain kegiatan sosial ini, rangkaian Munas GOPAN juga akan diisi dengan Rembug Nasional Perunggasan. Dalam forum ini, akan dibahas berbagai isu strategis termasuk harmonisasi bisnis antar pelaku usaha perunggasan, baik peternak rakyat, pelaku usaha besar, maupun integrator.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal GOPAN, Sugeng Wahyudi, menekankan bahwa aksi sosial ini juga menjadi bentuk respon atas kondisi ketidakseimbangan antara suplai dan permintaan ayam di pasar.
“Walaupun skalanya kecil, kegiatan ini merupakan upaya kami dalam membantu mengalirkan demand. Dengan membagikan ayam langsung ke masyarakat yang membutuhkan, kita harap bisa membuka akses konsumsi, sekaligus menstimulasi pasar,” kata Sugeng.
Ia menambahkan bahwa ke depan, kegiatan semacam ini akan terus digulirkan di kota-kota lain sebagai bagian dari strategi mendorong peningkatan permintaan di tengah kelebihan pasokan ayam. “Acara ini juga bertepatan dengan hari Jumat. Kami berharap semangat berbagi ini membawa keberkahan, bukan hanya bagi peternak, tapi juga seluruh stakeholder perunggasan,” imbuh Sugeng.
Lebih lanjut, dirinya juga berharap kegiatan semacam ini dapat mempererat hubungan antara peternak sebagai produsen dan masyarakat sebagai konsumen. Mereka juga mengajak masyarakat untuk sadar akan pentingnya mengonsumsi daging ayam bagi kesehatan dan kecerdasan.
“Bisa jadi selama ini masyarakat sudah membeli ayam dari peternak anggota kami. Maka, ini juga jadi ajang kampanye konsumsi ayam secara luas. Konsumsi ayam masyarakat Indonesia masih rendah, dan kita harus bersama-sama meningkatkannya,” tutup Sugeng.