Ayam mutiara yang dipelihara dengan sistem free range di Prancis ini mengedepankan aspek kesejahteraan hewan
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Pandemi COVID-19 tidak menghalangi U.S Soybean Export Council (USSEC) untuk memberikan pengetahuan mengenai tren terkini dalam teknologi pakan melalui webinar ‘Feed Technology and Animal Nutrition Conference’ dengan tema ‘Trends And Developments In Animal Nutrition And Feed Biosecurity Meets Global Nutrition.’
Acara yang dilaksanakan pada hari Rabu dan Kamis, (23-24/9), melalui aplikasi Zoom tersebut mencakup beberapa topik di antaranya animal nutrition (nutrisi hewan), formulasi pakan, feed technology (teknologi pakan), quality control, animal science, biosekuriti, produksi, dan sustainability (keberlanjutan).
Membahas mengenai keberlanjutan, Dr. Gerald Santoma selaku Co-Technical Manager and Manager Barcelona Office, Trouw Nutrition Spanyol pada presentasinya bertajuk ‘Animal Protein Consumption Trends in Humans; World Sustainability Threats and Animal Nutrition Response to this Threats’ mengatakan bahwa pertumbuhan penduduk dunia diprediksi akan mencapai 9,7 miliar pada tahun 2050.
Hal tersebut jika diikuti oleh peningkatan ekonomi menyebabkan tingginya konsumsi protein hewani, sehingga produsen penyedia protein hewani perlu menyediakan protein hewani untuk memenuhi permintaan masyarakat ke depannya.
Bersamaan dengan hal itu pula, maka produsen didorong untuk lebih mengutamakan dalam keberlanjutan dari produksi protein hewani tersebut. Keberlanjutan itu sekaligus mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) yang digagas oleh United Nations.
Baca Juga: USSEC Gelar Webinar Tentang Teknologi Pakan dan Nutrisi Broiler
Santoma memaparkan bahwa untuk mencapai keberlanjutan dalam produksi dari protein asal hewan, salah satunya yakni dengan pendekatan dari nutrisi hewan.
“Saat ini planet kita sedang mengalami tantangan yang serius untuk dapat memenuhi kebutuhan makanan dari masyarakat yang terus bertumbuh, terutama pada protein hewani,” ujarnya.
Masih menurutnya, terdapat empat area pada aspek nutrisi yang perlu diperhatikan untuk memenuhi kebutuhan pangan asal hewan tanpa mengesampingkan aspek keberlanjutan. Hal tersebut di antaranya ketepatan pemberian pakan, kesehatan saluran pencernaan, memakai alternatif protein, dan diet pakan yang berkelanjutan.
Santoma menambahkan bahwa dalam mendesain suatu program pemberian pakan, dirasa perlu untuk mementingkan aspek keberlanjutan, sosial, kesejahteraan hewan, keselamatan, kesehatan manusia, maupun kesehatan hewan.
“Oleh karena itu perlu pendekatan secara holistik pada nutrisi hewan serta melakukan kerja sama dengan disiplin ilmu lainnya,” jelas Santoma.