Jawa Tengah merupakan provinsi yang terbilang pesat dalam perkembangan industri perunggasannya
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Jawa Tengah memiliki potensi besar untuk pengembangan peternakan maupun perunggasan. Menurut Kepala Dinas Peternakan Dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah, Ir. Lalu M. Syafriadi, MM saat ditemui Poultry Indonesia di Semarang, Senin (2/3), mengatakan bahwa salah satu usaha yang disenangi di Jawa Tengah sendiri adalah bisnis ayam atau unggas.

Ketersediaan lahan yang masih terbuka, kultur masyarakatnya yang agraris, sarana prasarana yang lebih mudah, serta dukungan dari pemerintah daerah yang cukup baik membuat perunggasan Jawa Tengah & Yogyakarta berkembang semakin pesat.

Masih menurut Lalu, berdasarkan data dari Direktorat Produksi dan Perbibitan Ternak, Ditjen PKH, untuk DOC broiler yang diproduksi sendiri dan masuk ke Jawa Tengah bisa mencapai hampir 40 juta per bulan. Lalu menyebut pemerintah daerah mempunyai moto pelayanan yang wajib diterapkan oleh para jajarannya di Jawa Tengah, yaitu melakukan pelayanan yang mudah, murah, dan cepat. Melalui konsep pelayanan seperti ini, ternyata membuat investor banyak masuk ke Jawa Tengah.
Upaya-upaya tersebut terus lakukan supaya tidak bertentangan dengan Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW), sehingga dinas provinsi selalu mengatakan kepada pemerintah kabupaten dan kota untuk memberikan izin pembuatan kandang closed house harus mengacu pada RTRW. Hal itu karena memang untuk izin pendirian kandang ada pada pemerintah daerah baik kabupaten dan kota.
Baca Juga: Gambaran Terkini dari Peternakan Unggas Di Jawa Barat
Lalu menjelaskan bahwa tugas dinas provinsi adalah tugas pengawasan. Berdasarkan Undang-Undang No. 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, yang bersifat menetap di kabupaten atau kota itu adalah kewenangan kabupaten dan kota, yang bersifat antar kabupaten dan antarprovinsi menjadi kewenangan provinsi. Sehingga sebagai fungsi pengawasan, dinas provinsi meminta untuk pemerintah kabupaten atau kota memberikan perizinan pembuatan kandang sesuai peruntukannya.
Tidak hanya itu, yang membuat Jawa Tengah ini menjadi salah satu sentra perunggasan juga karena dukungan pabrik pakan yang luar biasa. Di Jawa Tengah ini terdapat 23 pabrik pakan dengan skala besar, menengah maupun kecil. Dinas juga sedang melakukan penataan terhadap pabrik pakan dengan keharusan mempunyai NPP (Nomor Pendaftaran Pakan). Selain itu, yang sedang dijalankan oleh dinas adalah penerapan one single summit, yakni sebuah sistem perizinan terpadu yang merupakan amanat dari presiden agar perizinan-perizinan bisa cepat selesai.
Dalam kesempatan tersebut, Lalu juga memperkenalkan laboratorium pengujian pakan di Dinas Peternakan Dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah, yang mana pada bulan depan sudah terakreditasi. Hal tersebut menjadi salah satu solusi agar perusahaan dan pabrik pakan yang selama ini menguji pakannya di pusat yaitu di Bekasi, nantinya bisa mengujikan di laboratorium milik dinas. Kemudahan tersebut akan membuat waktu lebih efesien dan biaya pun juga akan lebih murah.
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap dari Majalah Poultry Indonesia edisi April 2020 dengan judul “Kabar Perunggasan Jawa Tengah & Yogyakarta Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153