Rapat koordinasi Kadin WKU Peternakan
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Setelah resmi diumumkan pada Rabu (23/10), WKU Bidang Peternakan, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia langsung tancap gas dengan mengadakan rapat koordinasi (Rakor) di Menara Kadin, Jakarta Selatan, Rabu (4/12). Wakil Ketua Umum Bidang Peternakan, drh. Cecep Muhammad Wahyudin, SH., MH. menceritakan sejarah kenapa bidang peternakan bisa menjadi WKU di Kadin. Pasalnya pada periode kepengurusan sebelumnya, peternakan hanya masuk di salah satu  Komite Tetap (Komtap) dari WKU pertanian.
“Jadi artinya, saat ini peternakan bisa naik kelas. Dari sini ada harapan besar dari temen-temen yang concern di bidang ini, supaya peternakan bisa punya kementerian sendiri. Karena kalau kita melihat di perikanan pun sudah menjadi Kementerian. Padahal kalau mengacu undang-undang Eropa itu kan perikanan, peternakan itu dibawah pertanian. Sekarang perikanan sudah berdiri sendiri, dan harusnya peternakan pun juga bisa berdiri sendiri. Ini bukan berbicara egosentris, tapi memang permasalahan dan nilai yang dikelola oleh peternakan itu besar. Jadi sebenernya harapannya itu, mudah mudahan diawali dari WKU, kedepannya ada kementerian peternakan,” ujarnya.
Terlebih, Cecep melanjutkan perputaran nilai dari bidang peternakan ini besar. Dirinya memberikan contoh di industri perunggasan saja, perputaran nilainya bisa ratusan triliun per tahun. Menurutnya, hal itulah yang harus di eksplor.  Belum dari komoditas yang lain. Terlebih apabila mengkalkulasikan semua mata rantai yang ada  di bidang peternakan dan bisa dikonsolidasikan maka angka nilainya akan luar biasa besar.
Dalam pertemuan tersebut, semua komtap WKU peternakan telah menyusun berbagai program, baik jangka pendek maupun jangka panjang yang akan dilaksanakan. Seperti pada komtap unggas, jangka pendeknya akan mempersiapkan sarana dan supply chain untuk sumber protein hewani asal unggas seperti ayam dan telur dengan memberikan sapronak yang baik serta aman dikonsumsi oleh masyarakat. Kemudian mendorong produksi jagung lokal sebagai bahan baku pokok pakan unggas, sehingga dapat menurunkan biaya produksi dari upaya penyediaan pangan sumber protein hewani asal unggas.
“Dan masih banyak lagi, program yang telah kami siapkan. Dan untuk jangka panjang, salah satunya adalah mitra pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian untuk membuat roadmap perunggasan 2025-2030. Tentunya juga dengan landasan perbaikan iklim industri dan perencanaan yang berdasarkan kepada pemenuhan kebutuhan dan penunjang program makan bergizi gratis. Dalam hal ini, Kadin tentu ingin mewadahi semua stakeholders peternakan. Bagaimana kita sinergikan semuanya, pokoknya posisi WKU peternakan Kadin ini tidak pro ke kiri atau pun pro ke kanan. Jadi kita sebagai katalisator saja, untuk menyatukan semuanya menjadi suatu ekosistem yang komprehensif baik itu untuk yang besar, kecil, menengah. Intinya kita upayakan agar peternakan bisa stabil,” tegasnya.