POULTRYINDONESIA, Jakarta – PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) kembali melakukan ekspor  460.800 butir telur tetas (hatching egg) ke Uni Emirates Arab (UEA). Pengiriman ini merupakan ekspor kedua JAPFA ke UEA setelah pengiriman lebih dari 230 ribu butir pada Juli lalu.
Dalam keterangannya, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI, Dr. Drh. Agung Suganda, M.Si, menegaskan bahwa pihaknya terus mendorong pelaku usaha perunggasan nasional untuk mampu berkontribusi terhadap penyediaan komoditas unggas dunia. Meskipun dari sisi pangsa pasar unggas posisi Indonesia di dunia masih rendah, namun secara volume produksi unggas, Indonesia menduduki posisi ke-empat setelah India. Agung menjelaskan bahwa produk peternakan Indonesia telah diakui dan diterima oleh beberapa negara.
“Ekspor HE ini menunjukkan sinergi positif antara sektor swasta dan pemerintah dalam mengembangkan subsektor peternakan yang berkelanjutan dan kompetitif di tingkat global. Keberhasilan ini diharapkan dapat mendorong ekspor lebih lanjut serta memperkuat citra Indonesia sebagai negara pengekspor produk peternakan” ujar Agung.
Sementara itu, Rachmat Indrajaya, Direktur Corporate Affairs JAPFA menyatakan bahwa keberhasilan ekspor ini menegaskan komitmen JAPFA untuk terus mendukung pertumbuhan ekonomi melalui sektor peternakan. Dimana hal ini sejalan dengan program pemerintah untuk mempercepat laju ekspor nasional.
“Kerja sama yang terjalin dengan negara ekspor tentunya tidak lepas dari dukungan pemerintah dalam menjalin kolaborasi dengan negara tujuan, hingga kolaborasi dengan negara tujuan dapat terjalin secara berkelanjutan,” terangnya melalui rilis tertulis, Kamis (17/10). 
Dirinya menambahkan bahwa pihaknya akan terus berupaya untuk memenuhi permintaan pasar internasional, dengan rencana pengiriman lainnya ke Brunei dan Myanmar hingga akhir tahun ini.
“Ke depannya, kami juga berencana akan membuka pasar baru untuk ekspor telur tetas, yakni Mesir dan Vietnam. JAPFA optimis dapat meningkatkan kontribusi dalam pasar ekspor di tahun mendatang, sebagai bagian dari upaya untuk memperkuat posisi perusahaan di kancah global,” tutup Rachmat.