Dok. Humas Karantina
POULTRYINDONESIA, Ternate – Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Maluku Utara memusnahkan 20 ekor unggas tanpa izin resmi yang diduga berasal dari Sulawesi Utara dan Sulawesi Tenggara. Tindakan ini dilakukan sebagai upaya menjaga keamanan hayati sekaligus mencegah masuknya penyakit hewan menular ke wilayah Maluku Utara.
Kepala Balai Karantina Maluku Utara, Sugeng Prayogo, mengatakan bahwa langkah pemusnahan tersebut merupakan bentuk penegakan karantina sekaligus upaya perlindungan terhadap kesehatan hewan dan keamanan pangan.
“Menjaga status bebas penyakit serta menjamin keamanan hayati di wilayah Maluku Utara menjadi prioritas, sehingga tindakan tegas ini perlu dilakukan,” ujar Sugeng saat dihubungi media di Ternate, Selasa.
Menurutnya, keberadaan unggas yang masuk tanpa prosedur karantina berpotensi membawa penyakit hewan menular strategis, seperti avian influenza. Penyakit tersebut dapat menimbulkan dampak serius terhadap produksi pangan asal hewan serta mengganggu ketahanan pangan.
Sugeng menegaskan pengawasan terhadap lalu lintas hewan dan produk hewan akan terus diperketat, terutama di pintu-pintu pemasukan dan pengeluaran wilayah Maluku Utara.
“Kami berkomitmen menjaga wilayah Maluku Utara tetap aman dari ancaman penyakit hewan serta menindak setiap pelanggaran perkarantinaan,” katanya. Ia menambahkan, tindakan tersebut juga merupakan bagian dari langkah preventif Badan Karantina Indonesia dalam mencegah masuk dan tersebarnya Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK).
Sementara itu, Ketua Tim Penegakan Hukum Karantina Maluku Utara, M. Rusli Samma, menjelaskan bahwa proses pemusnahan dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pemusnahan dilaksanakan di Instalasi Karantina Hewan Kelurahan Sasa, Ternate Selatan, dengan mengikuti standar operasional prosedur serta tetap memperhatikan prinsip kesejahteraan hewan. Kegiatan tersebut juga disaksikan oleh aparat kepolisian sebagai bentuk transparansi dalam pelaksanaan tindakan karantina.
Dapatkan informasi lainnya mengenai Industri Perunggasan di Indonesia dengan bergabung bersama kami di WhatsApp Channel Poultry Indonesia