Suasana diskusi Ketua Puskop GTJ dan Waketum HKTI Bidang Peternakan dan Pertanian bersama Wamenkop
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Ketua Koperasi Sekunder Puskop Gugus Ternak Jawa Timur, Yesi Yuni Astuti, melakukan audiensi dengan Wakil Menteri Koperasi dan UKM, Ferry Juliantono, di Jakarta pada Selasa (15/4/2025). Didampingi Wakil Ketua Umum HKTI Bidang Peternakan dan Pertanian, Musbar Mesdi, Yesi menyampaikan keluhan mengenai anjloknya harga telur di tingkat peternak selama lebih dari sebulan terakhir.
“Harga telur di tingkat peternak, khususnya kami di Blitar, sudah sebulan lebih jatuh. Saat ini harganya di bawah Rp21.000 per kilogram. Kami mohon pemerintah dapat segera mencarikan solusi, agar kami yang baru bangkit dari dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19 tidak kembali terpuruk,” ujar Yesi.
Di hari yang sama, Yesi yang juga menjabat sebagai Ketua Koperasi Berkah Telur Blitar juga menghadap ke Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Kementerian Pertanian. Ia menyampaikan kondisi sulit yang dialami para peternak kecil anggota koperasinya, yang mayoritas adalah pelaku UMKM.
Merespon hal tersebut, Musbar Mesdi menyampaikan bahwa pemerintah dapat mengambil langkah strategis untuk menstabilkan harga telur, salah satunya melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM).
“Pemerintah bisa menyerap telur dalam program GPM di beberapa lokasi kementerian dan lembaga. Selain itu, telur dari daerah sentra produksi seperti Blitar bisa dikirim ke provinsi-provinsi yang harga telurnya lebih tinggi,” kata Musbar.
Lebih lanjut, Musbar mengusulkan agar pemerintah menyediakan jagung subsidi melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), tanpa melalui proses lelang, guna membantu menekan biaya produksi peternak.
“Kalau serapan telur belum bisa dilakukan, maka kami harap pemerintah bisa menggelontorkan jagung subsidi SPHP seharga Rp3.500 per kilogram selama 30 hari ke depan. Ini akan menurunkan harga pokok produksi (HPP) peternak, sekaligus mendorong daya beli masyarakat terhadap telur,” tutup Musbar.